teras-(2)Kesibukan sebagai pemimpin di Pengadilan Negeri Cibinong tidak membuat Diah Sulastri Dewi melupa­kan kodratnya sebagi istri dan ibu bagi kedua anaknya. Memasak dan menyiapkan makanan untuk santap sahur pun selalu ia sempatkan bagi suami dan buah hati tercinta.

OLEH : RISHAD NOVIANSYAH
[email protected]

MESKI memiliki anak-anak yang telah beranjak dewasa dan bahkan telah memiliki satu cucu ini tidak menjadikan alasan untuk menyer­ahkan segala urusan pada asisten rumah tangga.

Apa saja sih tips Dewi dalam membagi waktu antara keluarga dan pekerjaan se­lama ramadan ini? Juga bagaimana ia bisa tetap fit dan semangat dalam berpuasa?

Apa makna puasa bagi Anda?

Jawab: Bisa meningkatkan disiplin diri dan meningkatkan ibadah kepada Allah SWT yang akan berdampak pada kinerja. Karena saya Kepala PN, jadi kinerja yang dimaksud ialah dalam hal pelayanan publik.

Hikmah apa yang bisa Anda ambil dari men­jalankan ibadah puasa?

Jawab: Bisa lebih mengendalikan diri dari segala macam godaan. Yang paling penting, saya bisa merasakan apa yang dirasakan oleh orang-orang yang tidak seberuntung saya. Mer­asakan bagaimana lapar, haus dan banyak lagi. Saya yakin, dalam setiap rukun Islam itu pasti maksud yang baik.

Bagaimana Anda membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga dalam bulan ramadan?

Jawab: Kebetulan, anak-anak saya sudah besar. Anak yang pertama juga sudah berkelu­arga. Jadi mereka tidak terlalu rewel kalau saya sibuk kerja.

Baca Juga :  Resep Membuat Roti Goreng Kismis, Cocok Untuk Cemilan Sore

Lagipula sekarang suami juga sudah pen­siun, jadi kebutuhannya juga sudah tidak ter­lalu banyak. Yang penting itu komunikasi tidak boleh putus. Kapanpun dimanapun saya pasti sempatkan menghubungi suami dan anak-anak. Kalau untuk pekerjaaan ya saya nikmati saja. Semakin dinikmati semakin tidak terasa kok hehehe.

Menu wajib apa yang selalu ada setiap sahur dan berbuka?

Jawab: Sambal Terasi! Hahaha… itu harus ada kalau sahur. Sayur yang berkuah-kuah gitu juga harus ada. Kan supaya selama puasa juga tetap segar. Kalau lauknya sih ya variatif ya ganti-ganti. Kalau suami saya suka ikan goreng.

Tapi kalau untuk berbuka, tidak ada sp­esial, karena saya juga kadang pulang kerumah sudah malam dan anak-anak saya juga sibuk kuliah dan kerja juga.

Apa hal istimewa yang Anda rasakan dalam puasa tahun ini?

Jawab: Tahun lalu saya masih menjabat Wakil Kepala PN Cibinong. Kalau tahun ini, Alhamdulillah sudah menjadi Kepala. Untuk sesuatu yang sangat istimewa sepertinya tidak ada ya. Ini kan kewajiban yang harus dijalani umat muslim. Sekarang pengajian rutin di PN juga makin ditingkatkan.

Karena kami kan sebagai pelayan pub­lik terutama dalam memberi keadilan bagi masyarakat. Jadi pengajian itu dilakukan supaya kami bisa memberi pelayanan sebaik-baiknya.

Dimana tempat ngabuburit favorit bersama keluarga?

Jawab: Kalau kebetulan sedang lengkap kumpul, kami biasanya pergi keluar mencari restoran yang ada saungnya dan bisa memanc­ing. Suami saya seneng juga tuh mancing ikan terus langsung digoreng. Jadi benar-benar fresh.

Baca Juga :  Gempa Bumi Magnitudo 4,5 Guncang Pasaman Barat, BMKG Sebut Segmen Talamau

Sebagai pengadil, adakah kasus yang mem­buat Anda sangat kesulitan dalam memberi vonis?

Jawab: Ada! Beberapa kali. Pernah saya mengadili buruh dan pihak perusahaannya. Saya benar-benar kesulitan karena saya me­mikirkan nasib si buruh juga. Karena prinsipn­ya, memenjarakan seseorang adalah solusi terakhir. Makanya setiap sebelum memimpin sidang, saya Sholat Istiqoroh dulu supaya men­dapat petunjuk dari Allah SWT dalam memberi­kan putusan seadil-adilnya.

Sebagai pimpinan, apa yang paling Anda te­kankan di PN Cibinong ini?

Jawab: Disiplin dan rasa kekeluargaan. Saya belajar itu dari ibu saya yang memang orangn­ya tegas. Dan itu juga yang saya terapkan disini.

Karena dengan disiplin, kita dapat menin­gkatkan kinerja, pelayanan dan kepercayaan publik. Sementara rasa kekeluargaan bisa ter­cermin saat saya mengadakan buka puasa ber­sama keluarga besar PN kemarin yang sangat semarak dengan mengundang anak yatim ikut ikut merasakan semarak ramadan. (*)

BIODATA
NAMA : HJ DIAH SULASTRI DEWI, SH, MH
TTL : MEDAN 2 APRIL 1061
JABATAN : KEPALA PENGADILAN NEGERI
CIBINONG
SUAMI : HAZUARDI, SE
ANAK : 1. SUHADI PUTRA WIJAYA (30)
2. AYU WIDYA SUHARTI (28)
3. MUHAMMAD REZA WINATA