DSC_0592Fenomena kemunculan drone bukan sekedar menjadi pemuas dahaga bari para pehobi fotografi dan videografi. Potensi bisnis pesawat kecil tanpa awak yang dikendalikan remote control ini diproyeksi terus bergairah ke depannya. Hal tersebut bisa dilihat dari berbagai sektor yang membutuhkan drone sebagai alat penunjang kerja. Bahkan, Walikota Bogor, Bima Arya, mengkau kepincut untuk menganggarkan pengadaan drone untuk pelayanan publik. Seperti apa?

Oleh : Apriyadi Hidayat
[email protected]

Dalam Drone National Expo 2015 yang di­gelar PT Salak Bisnis Internasional di Ho­tel Salak The Heritrage, Kota Bogor, 4-5 Juli 2015, masyara­kat tampak antusias. Diisi lebih dari 10 vendor drone dari berb­agai merek, kegiatan yang baru pertama kali digelar di Bogor, bahkan Indonesia ini membu­kukan transaksi hingga ratusan juta rupiah dalam dua hari.

“Nilai tersebut belum dihi­tung secara total. Yang pasti mencapai ratusan juta rupiah. Belum lagi transaksi yang di­lakukan setelah pameran ini, soalnya ada beberapa kon­sumen yang datang awalnya hanya lihat-lihat saja, tertarik dan beli,” ungkap Nasar Sarkis, Marketing Director Hotel Salak The Heritage yang juga Pen­garah dalam Drone National Expo 2015 ini kepada BOGOR TODAY.

Dari pantauan BOGOR TODAY, sejumlah kalangan tampak hadir memadati keg­iatan tersebut. Mulai dari anak-anak, orangtua, bahkan utusan instansi pemerinta­han maupun swasta tampak terlibat percakapan dengan para vendor drone untuk menanyakan spesifikasi dan perbedaan dari drone yang satu dengan yang lainnya. Maklum, booming drone di 2015 ini membuat banyak pro­dusen drone berlomba-lomba meluncurkan produk andalan masing-masing.

“Untuk perusahaan, drone dijadikan untuk penunjang pekerjaan. Dengan drone bisa mengambil sudut pan­dang yang komprehensif yang tidak bisa dijangkau di darat. Di Indoensia, drone sejauh ini memang hanya untuk kepentingan fotografi. Tapi mulai berkembang juga untuk pemetaan jarak jauh, misalnya ketika ada bencana alam yang tidak bisa diakses dengan darat bisa digunakan drone untuk memetakan titik mana saja yang parah. Tadi juga tampak hadir dari lemba­ga Inafis, dari intelejen, BPPT, karena drone bisa digunakan sebagai alat intai,” bebernya.

Nasar menambahkan, meli­hat animo yang luar biasa dari masyarakat, ke depannya ia akan menggelar event serupa dengan kemasan yang jauh lebih menarik lagi. “Event pertama dan Alhamdulillah bisa dibilang sukses. Ini akan rutin, target kita exhibitor dari luar negeri akan diun­dang juga,” terangnya.

Vendor Sumringah

Salah satu vendor drone yang ikut ambil bagian dalam helatan Drone National Expo 2015 di Hotel Salak The Herit­age adalah IndoDealz. Pihakn­ya mengaku puas dengan pen­capaian transaksi dalam dua hari pameran itu.

“IndoDealz pertama kali ikut di Bogor. Saya kaget, saya pikir masyrakatnya tidak an­tusias. Ternyata peminatnya banyak. Kami sangat setuju kalau ini digelar rutin,” Putri Wanna, Founder IndoDealz, kepada BOGOR TODAY, kema­rin.

IndoDealz sendiri me­boyong sekitar 10 brand drone yang ditawarkan dengan ber­bagai harga sesuai kebutuhan konsumen. “Yang kita bawa untuk para pemula. Total ada 10 merek. Paling murah kita jual Rp1 juta dan paling ma­hal Rp14 juta. Nah, yang pal­ing mahal ini sudah laris dari hari pertama pameran. Untuk merek yang paling banyak di­gandrungi adalah Syma,” tan­dasnya.

Putri Wanna pun tertarik untuk mebyka store di Bogor bekerjasama dengan Hotel Salak The Heritage. “Di Bo­gor belum ada store. Sejauh ini kami melalukan penjualan via market place online saja. Kita tertarik untuk melakukan kerjasama dengan Hotel Salak untuk membuka di Bogor, kami melihat potensinya ke depannya bagus ya,” katanya.

Bima Arya Kepincut

Ketertarikan Bima Arya itu diutarakan di sela Drone Na­tional Expo 2015 yang digelar di Hotel Salak The Heritage, Kota Bogor, 4-5 Juli 2015. Bima juga sempat menjadi ‘pilot’ dan mengendalikan sebuah drone di halaman hotel terse­but.

Bima mengatakan, drone nantinya tidak hanya berfung­si sebatas untuk memotret pemandangan dan pariwisata saja. Menurutnya, drone ini juga dapat digunakan untuk pemetaan, pelayanan pub­lik, monitoring kawasan dan terintegrasi dengan Bogor Green Room (BGR). “Sehingga kita dapat memantau titik-titik kemacetan, PKL, pasar dan perkembangan wilayah dengan lebih efektif. Dengan drone ini, kita bisa meman­taunya,” jelas Bima.

Walikota muda berusia 42 tahun itu juga mengajak para anak muda Kota Bogor untuk tidak hanya menjadi penon­ton saja, melainkan menjadi bagian yang memproduksi drone. “Sejauh ini produk drone banyak dari luar neg­eri. Kita akan dorong kawula muda bisa produksi, seperti di Bandung sudah ada yang bisa produksi drone sendiri. Potensi ke depannya juga ba­gus,” tandasnya.

(Apriyadi Hidayat)