Untitled-12MENTERI Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Yuddy Chrisnandi melakukan kunjungan ke Kebun Raya Bogor (KRB), kemarin. Dalam kunjungannya Yuddy mengecek seluruh fasilitas KRB, dengan berkeliling dan berakhir dengan menanam pohon dilingkuan KRB.

RIZKY DEWANTARA
[email protected]

Yuddy menjelaskan, KRB adalah balai layanan umum dan menghasil­kan, karena ada PNBPn­ya di kelola oleh Lem­baga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sebagai salah satu kawasan konservasi sehinga disitu ada fungsi eco wisatanya. Ia menegaskan, tem­pat ini harus dikelola dengan baik, segala sesuatunya harus asri dan alami, juga keamanan harus diting­katkan.

Baca Juga :  IPB RUN 2022, Lari Sambil Tanam Pohon Langka

Yuddy melanjutkan, dengan luas wilayah mecapai 8,7 hektare di jan­tung Kota Bogor, KRB juga merupa­kan wilayah konservasi serapan air yang memberikan kehidupan ke­pada seluruh masyarakat yang ting­gal Kota Bogor. “Ini seperti kawasan hutan lindung, tidak boleh dikelola asal-asalan, tidak boleh di telen­tarkan dan juga tidak boleh menim­bulkan ketidakpuasan masyarakat yang sudah membayar untuk masuk ke sini,” kata dia.

Menurut Yuddy, harus ada koor­dinasi dengan Istana Bogor dan Pem­kot Bogor. Semua pintu masuk Ke­bun Raya Bogor harus nyaman dan aman. “Presiden menginstruksikan agar kekayaan alam Indonesia harus dijaga dan dilestarikan,” akunya.

Baca Juga :  Truk Bermuatan Galon Tabrak Kendaraan di Jagorawi, Polisi : Tidak Ada Korban Jiwa

Lanjut Yuddy, Jika dalam waktu sampai akhir tahun tidak ada tindak­lanjut untuk diperbaiki, maka pejabat pembina kepegawain harus mel­akukan reformasi. “Kami tidak akan segan-segan memecat, menjelang akhir tahun atau lebih cepat dari itu akan kembali berkunjung ke sini. Saya berharap tidak ada pejabat yang akan diganti,” tuntasnya. (*)