55322_largeJAKARTA, Today – Mantan ketua umum PSSI periode 2011-2015, Djo­har Arifin Husin menyatakan mun­dur dari jabatannya sekarang sebagai anggota dewan kehormatan PSSI.

Djohar mengatakan bahwa hasil Kongres Luar Biasa PSSI 2015, 18 April di Subaraya, tidak diakui oleh pemerintah.

“Saya mengundurkan diri sebagai Ketua/Anggota Kehormatan PSSI ha­sil Kongres Luar Biasa PSSI 2015 di Surabaya sejak 24 Juni 2015. Pengun­duran diri ini karena kepengurusan hasil KLB Surabaya tidak mendapat pengakuan dari Pemerintah Repub­lik Indonesia,” kata Djohar lewat pesannya kepada wartawan.

Baca Juga :  Pesan Taksi Online, Perempuan 19 Tahun Malah Jadi Korban Penculikan

PSSI sendiri sempat geram kepada Djo­har karena seorang diri menemui Menpo­ra Imam Nahrawi pada 23 Juni lalu.

Dari situ, PSSI lewat Komite Etik berniat memanggil Djohar karena dinilai telah melanggar aturan dari PSSI dan bisa berujung pada pen­cabutan keanggotaan PSSI.

“Surat pengunduran diri telah disampaikan staf ke sekretariat PSSI. Pemberitahuan resmi bahwa pemer­intah tidak mengakui KLB Surabaya saya dapatkan langsung dari Men­pora pada pertemuan tanggal 23 Juni 2015,” terangnya.

Baca Juga :  Pesan Taksi Online, Perempuan 19 Tahun Malah Jadi Korban Penculikan

Djohar sendiri menegaskan, lang­kah ini diambil tanpa tekanan dari pihak manapun dan murni keingi­nannya sendiri.

“Oleh karena itu saya mengundurkan diri dari kepengurusan PSSI hasil KLB Surabaya sejak tanggal 24 Juni 2015. Pengunduran ini tidak ada tekanan atau ancaman. Pen­gunduran diri ini murni keinginan saya sendiri,” pungkasnya.

(Imam/net)