ade-munawaroh-komisi-A--(11)BOGOR, TODAY – Dugaan adanya pertarungan dalam Koalisi Kerahmatan antara partai Golkar dan PPP dalam memperebutkan kursi calon wakil Bupati Bogor, (Caw­abup) dibantah oleh sekre­taris koalisi, Hendrayana dengan alasan jika semua partai dalam koalisi memiliki peluang yang sama untuk mengisi kursi wabup.

“Bukan Cuma Golkar dan PPP saja yang memiliki pelu­ang untuk kursi wabup. Jadi itu tidak benar. Tapi semua partai pun memiliki peluan yang sama. Namun internal koalisi belum melakukan pertemuan kembali untuk membahas wabup,” ujar politisi Hanura itu.

Ketua DPC Hanura Kabu­paten Bogor itu mengung­kapkan jika semua anggota partai koalisi boleh saja mengemukakan pendapat dan mengklaim bahwa ada dua partai yang bertarung di dalam internal koalisi, na­mun hal tersebut tergantung kesepakatan dalam koalisi.

Baca Juga :  Komunitas Rimba Jaga Kelestarian Puncak Bogor Sebagai Resapan Air

“Semuanya boleh berkomentar. Namun pada akhirnya, keputusan akhir ada di internal koalisi dan hasil kesepakatan internal,” terangnya.

Terkesan ada yang menghambat dalam pen­gisian kursi F2 ini, Hen­drayana pun memban­tahnya. Menurutnya, dengan diparipur­nakannya tetib men­genai mekanisme pengisian wabup, bisa dikategori­kan teman-teman di koalisi tidak m e n g h a m ­bat pengisian wabup.

L a m b a t ­nya pengi­sian wabup, seperti ada sekelompok orang yang m e n g h a ­dangnya , d i b a n t a h oleh Hen­darayana.

Baca Juga :  Proyek Miliaran Rupiah Tegar Beriman Semrawut, Warganet : Proyek Bancakan

Menurut­nya, teman-teman dikoalisi tidak ada yang menghambat pengisian wabup, terbukti dengan telah diparipurnakannya tatib mekanisme pengisian wabup.

“Tidak ada itu kita meng­halangi pengisian wabup, semua kita mendukung kok agar wabup cepat diisi,” tam­bahnya.

Sementara itu Ketua DPC PPP Ade Munawaroh Yasin mengungkapkan, partai ko­alisi segera bergerak ketika perubahan tatib sudah sele­sai, serta direvisi oleh Guber­nur.

“Selesaikan saja dulu pe­rubahan tatib baru menen­tukan cawabup. Nanti kan setelah dari dewan ada re­visi gubernur. Nah tunggu itu saja dulu,” ungkapnya.

(Ri­shad Novian­syah)