honda-rc213v-2015-spied-in-brno-repsol-contract-extended-through-2017-83978_1AALST, Today – Kemenangan Marc Marquez dan Dani Pedrosa di Grand Prix (GP) Jerman beberapa waktu lalu merupakan kemenan­gan ke-698 Honda sebagai kon­struktor di ajang balap motor.

Di seri pertama paruh musim kedua yang akan dimulai akhir pekan ini di Indianapolis, Honda pun berpeluang mendapatkan ke­menangan ke-700.

Diberitakan Fox Sports, Senin (3/8/2015), Honda akan menjadi tim pertama yang berpeluang mendapatkan 700 kemenangan selama keikutsertannya di ajang balap kuda besi.

Tidak hanya di level MotoGP, catatan kemenangan juga dihi­tung dari kompetisi di level 500cc, 350cc, 250cc, Moto3, 125cc, dan 50cc.

Tahun keemasan Honda terjadi pada musim 1997. Saat itu, Honda mampu meraih 31 kemenangan GP yakni 15 kali di level 500cc, 12 kali di level 250cc, dan empat kali di level 125cc.

Baca Juga :  Hasil Klasmen dan Topskor Piala Dunia Qatar 2022

Dengan 698 kemenangan yang telah diraih, membuat Honda telah memenangkan 24 persen dari 2.907 balapan yang terjadi dalam kurun waktu 67 tahun sejarah ajang motor balap. Kemenangan terbanyak Honda terjadi di Sirkuit Assen yakni dengan total 58 ke­menangan.

Dari 698 kemenangan sebe­lumnya didapat Honda berasal dari 79 pembalap berbeda yang mampu menyelesaikan balapan di posisi tiga besar. Dari 79 pembalap tersebut, di antaranya adalah Dani Pedrosa, Valentino Rossi, dan Marc Marquez.

The Baby Alien –julukan Marc Marquez– berharap mampu mem­pertahankan performa gemila­ngnya dalam dua seri teranyar di musim balap 2015. Tentu tujuan­nya dapat merengkuh gelar ketiga atau hattrick juara di ajang lomba balap motor paling prestisius.

Ya, rider berusia 22 tahun men­galami awal musim yang terbilang buruk. Dari tujuh seri awal, ia han­ya sanggup meraih satu kemenan­gan dan tiga di antaranya gagal fi­nis karena alasan tertentu.

Baca Juga :  Berikut Tim Negara Yang Lolos Babak 16 Besar Piala Dunia

Karena hasil buruk tersebut, Marquez terpaksa kembali me­makai sasis 2014 menggantikan sasis 2015 yang bekerja kurang op­timal.

Hasilnya bisa terlihat, dari ter­tinggal lebih dari 70 angka, saat ini Marquez memperkecil jarak dengan hanya terpaut 65 poin dari pemuncak klasemen, Valentino Rossi.

“Saya tak puas dengan raihan saya di paruh pertama musim. Kami telah kehilangan banyak poin. Di enam atau tujuh balapan tak berjalan dengan baik. Namun, di dua race terakhir saya kembali dan mampu meraih podium. Tren positif ini yang diharapkan bisa bertahan di paruh kedua musim,” jelas Marquez.

(Imam/net)