alfian mujani 240KEMAJU ilmu pengetahuan dan teknologi telah mempercepat perubahan bidang fasilitas kehidu­pan. Tergerusnya tradisi berkirim surat dan kartu lebaran berbasis kertas, merupa­kan saah satu fak­ta bahwa bahwa teknologi telah mengubah kebi­asaan umat manusia. Orang tidak lagi tertarik membuat naskah dalam surat dengan tulisan tangan. Mengirim pesan lewat smartphone seperti BlackBerry dan Android kini menjadi pilihan utama masyarakat.

Baca Juga :  MUSIBAH

Di satu sisi, kemajuan ilmu dan teknologi tersebut sangat membanggakan dan men­jadi bukti kemajuan. Namun pada sisi lain, kemauan tersebut memaksa kita untuk tidak loyal atau setia terhadap sebuah produk. Umur “kebaruan” sebuah produk menjadi sangat pendek. Lihatlah produk handphone, umur kebaruannya rata-rata hanya dua bulan karena produk yang lebih baru sudah beredar lagi di pasar. Mobil yang baru dibeli tahun lalu cepat menjadi usang karena model baru su­dah dilaunching lagi.

Baca Juga :  MUSIBAH

Sungguh tersiksanya orang yang selalu menuhankan segala sesuatu yang baru. Dia pasti dibuat depresi dengan cepatnya peruba­han seperti ini. Problem psikologi masyarakat ini bisa kita atasi jika kita lebih berpikir fung­sional ketimbang tergiur kebaruan!