tawuranBOGOR TODAY – Tahun ajaran baru pendidikan sudah dimu­lai. Doktrin senioritas ternyata belum hilang di lingkaran pendi­dikan Bogor. Doktrin inilah yang akhirnya memunculkan genera­si doyan tawuran.

Ketua Dewan Pendidikan Kota Bogor Apendi Arsyad meni­lai, kinerja Satgas Pelajar belum optimal. Ia menegaskan, satgas harus lebih inten bergerak.

Menurutnya, Satgas Pelajar juga harus bisa mengkaji atau melakukan pemetaan dimana saja titik krusial yang biasa dija­dikan untuk ajang tawuran dan harus tahu sekolah mana saja lalu di cari solusinya selerti apa. “Petakan dimana saja, dan data sekolah mana saja yang biasa melakukan tawuran lalu kaji apa penyebabnya kenapa selalu ter­jadi tawuran,” tegasnya.

Dikatakan Apendi, dalam mengatasi aksi tawuran, ha­rus jelas antropolognya, supaya ditemukan penyebabnya dan mudah mencari solusinya. “Bi­asanya siswa yang melakukan tawuran, fungsi pembelajaran­nya belum sesuai, sarana kurang memadai atau missmanaje­men,” tuturnya.

Baca Juga :  Pembangunan Sekolah Satu Atap di Tanah Sareal Capai 95 Persen, 2024 Terima Siswa Baru

Selain itu, lanjut Apendi banyak juga penyebab lain sep­erti contoh, rasio guru yang ti­dak sesuai dengan jumlah siswa, atau gaji guru kecil. “Faktor-fak­tor itu akan berdampak negatif bagi siswa, siswa akan kebabla­san mencati kebebasan diluar, terjadilah aksi tawhuran,” be­bernya.

Menurutnya, sejauh ini pemerintah sudah memberikan bantuan salah satunya dana Bantuan Operasional Sekolaah (BOS), menurutnya, harus ada audit oleh pemerintah, kemana dana bos dan kemana arah dana yang dibayarkan oleh orang tua murid.

“Disitu peran, satgas harus jelas, dan pemerintah juga har­us tegas tentang aliran dana dari pemerintah dan dari orang tua murid, kalau hasil dari auditnya buruk, pemerintah harus be­rani memberikan sanksi kepada sekolah itu. Karena kalau ada ketegasan itu akan berdampak pada kegiatan siswa dan tidak akan ada aksi-aksi tawuran itu,” tutupnya.

Baca Juga :  Tingkatkan Kedirgantaraan Tanah Air, Kejurnas Terjun Payung Kasau Cup 2022 Resmi Dibuka

Terpisah, Kadisdik Kota Bogor, Edgar Suratman, men­gatakan, pihaknya akan me­ningkatkan sinergitas satgas dengan kepala sekolah. Pria yang digadang-gadangkan bakal menjadi Sekda Kota Bogor itu juga mengatakan, pihaknya siap melakukan sosialisasi ke bawah. “Yang penting sekarang adalah peningkatan pengawasan MOS (Masa Orientasi Siswa). Kami su­dah kerjasama dengan Kement­erian Kehutanan agar menggan­deng siswa melakukan tanam pohon,” kata dia.

(Guntur Eko Wicaksono)