garuda-indonesia-airlines-20150223183439-54eb72bfbc3f7TANGERANG, TODAY — Pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 311 rute Juanda-Soekarno-Hatta, mendapat anca­man teror bom Senin(10/8/2015) siang. “Info ancaman bom kami terima pukul 10.00,” ujar juru

bicara PT Garuda Indonesia (Per­sero) Tbk, Ikhsan Rosan.

Menurut Ikhsan, ancaman bom melalui faksimile itu ditujukan ke nomor kantor PT Angkasa Pura (Persero) I Surabaya dan kantor penjualan tiket Garuda di Sura­baya. Ancaman itu bertulisan, “Di­peringatkan bahwa pswt Garuda pener­bangan Surabaya – JKT akan meledak di udara hari ini demikian informasi kami agar seluruh barang bagasi penumpang dan cargo diperiksa satu persatu demi ke­selamatan penumpang.” Pengirim pesan mengancam itu disebut bernama Erwin dengan nomor ponsel 08123588800.

BACA JUGA :  6 Langkah Keluar Grup Whatsapp dengan Sopan

Ikhsan mengatakan, saat itu se­banyak 147 penumpang sudah berada di dalam pesawat, dan pesawat sudah bersiap take off dari Bandara Juanda, Sidoarjo, ke Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng.

Saat itu, menurut Ikhsan, pesawat tetap terbang sesuai jadwal karena informasi soal bom tersebut tidak dis­ampaikan kepada pilot. “Karena sebe­lumnya sudah dilakukan pemeriksaan dan tidak ditemukan hal yang men­curigakan di dalam pesawat,” katanya.

Pesawat itu mendarat dengan sela­mat di Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 11.35. Setelah pesawat landing, di­lakukan pengecekan. “Hasil pengecekan penerbangan Surabaya-Jakarta, GA 311 PK GFN, landing pukul 11.35 di Remote 59 clearine dari Garuda, tidak ditemu­kan barang berbahaya,” tutur Ikhsan.

BACA JUGA :  Resep Perkedel Telur untuk Menu Bekal yang Praktis dan Enak

Berdasarkan informasi dari kepoli­sian Surabaya, terduga pelaku anca­man bom saat ini sudah ditangkap dan sedang dimintai keterangan. “No­mor handphone sudah dilacak, sudah dikonfrontasi tapi yang bersangkutan membantah mengirimkan pesan teror itu,” ucap Ikhsan.

Garuda Indonesia menyerahkan proses tersebut ke pihak kepolisian. Dengan adanya insiden ini, semua pen­erbangan dari Bandara Juanda Suraba­ya ke kota lain diperketat. “Baik barang bawaan di bagasi maupun yang masuk kabin,” katanya.

(Yuska Apitya Aji)