094Mochtar Riady merupakan pen­gusaha nasional yang merupakan pendiri dan Chairman Lippo Grup. Penghargaan yang ia terima itu bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-70 Kemerdekaan RI. Pria berusia 86 tahun itu dianggap layak menerima anugerah Bintang Jasa Utama.

Li atau Mochtar memang telah banyak memberi kontibusi pemikiran dan inovasi ekonomi dalam sejumlah bidang bisnis di In­donesia, di antaranya peritelan, perbankan, properti hingga sekolah dan rumah sakit.

Atas anugerah yang diterimanya ini Mochtar mengaku sangat bangga. “Ini kehor­matan luar biasa bagi saya. Juga merupakan dukungan agar saya bisa lebih berbakti lagi ke­pada bangsa dan negara Indonesia ini,” kata Mochtar, melalui siaran persnya.

Namun Mochtar mengaku pengabdiannya pada Indonesia belum maksimal. Menurut Mochtar Riady, semua pihak di Indonesia ha­rus terus berjuang memajukan beberapa sek­tor utama yang sangat krusial ke depannnya, yakni pendidikan dan kesehatan.

“Di sektor ini kita harus berjuang mema­jukannya di Indonesia. Saya melihat ada ke­senjangan dalam pelayanan kesehatan serta pendidikan antara kota besar dan kota kecil, seperti juga di kabupaten. Saya pikir suatu saat kita harus berhasil dan bisa menghilang­kan kesenjangan itu,” ujar Mochtar Riady.

Selama ini, dikalangan pengusaha nasion­al, Mochtar Riyadi selain dikenal sebagai pen­gusaha kreatif juga adalah banker bertangan dingin.

Mochtar Riady diakui sebagai seorang eko­nom, pemikir, dan bahkan pendidik. Mochtar Riady mengawali usahanya berbisnis ritel ke­cil di kota kelahirannya, Malang, Jawa Timur. Ia kemudian meniti karier di bidang perbank­an saat hijrah ke Jakarta tahun 1954 pada usia yang sangat muda, yakni 25 tahun.

Baca Juga :  Plt. Bupati Bogor Instruksikan Jajarannya Bagikan Takjil Gratis Untuk Masyarakat Selama Ramadhan

Di bidang perbankan, rentang pengala­man Mochtar sangat panjang dan beragam. Mochtar Riady mengembangkan Bank Ke­makmuran, Bank Panin, Bank BCA, Bank Per­niagaan, dan mendirikan Bank Lippo.

Sebagai bankir, tangan dingin Mochtar sangat diakui. Ia piawai menyehatkan per­bankan yang nyaris collaps dan membuatnya berbalik bertumbuh kokoh. Dari pengalaman­nya Mochtar terlibat sangat penting dalam merger Bank Kemakmuran, Bank Industri Jaya, dan Bank Industri dan Dagang Indonesia (BIDI) yang akhirnya menjadi Bank Panin.

Mochtar Riady juga membesarkan BCA kemudian mengambil alih Bank Perniagaan dan membesarkan bank nasional itu menjadi Bank Lippo. Mochtar tercatat sebagai pionir di bidang penggunaan komputerisasi dan infor­mation technology (IT) di perbankan.

Contohnya adalah di BCA yang merupak­an bank Indonesia pertama yang menerapkan online system dan informasi keuangan ter­pusat berkat penggunaan IT dengan PT Mul­tipolar Tbk, yang merupakan perusahaan IT tertua di Indonesia di mana didirikan tahun 1975.

Di samping perbankan, Lippo Group membangun properti dan menjadi pionir dalam pembangunan real estate modern. Di antaranya melalui PT Lippo Karawaci Tbk dan PT Lippo Cikarang Tbk, yang kini dikenal seb­agai pengembang sukses dan selalu menawar­kan hunian inovatif serta konsep kekinian.

Saat ini, Lippo memiliki 65 mal atau pusat perbelanjaan yang tersebar di Jabodetabek dan di sejumlah kota besar di Indonesia. Lip­po juga menyasar pembangunan Indonesia bagian timur, dimana membangun pusat per­belanjaan dan pergudangan di sana, melalui Matahari Department Store dan Hypermart.

Baca Juga :  Soal Parkir Liar di Stadion Pakansari, DPRD Kabupaten Bogor Sentil Dishub

Atas semua ini Lippo dikenal sebagai pelopor transformasi di bidang ritel. Dimana Lippo diangap melakukan “reinvent” atau membawa sesuatu yang baru di bidang ini. Lippo juga masuk berkontribusi di bidang pendidikan dengan mendirikan Sekolah Pelita Harapan, Sekolah Lentera Harapan, dan Uni­versitas Pelita Harapan.

Di banyak wilayah tertinggal di Indone­sia timur, termasuk di pedalaman Papua, Lippo membangun Sekolah Lentera Hara­pan. Semua ini tercipta dari visi dan misi seorang Mochtar Riyadi. Visi dan misi yang tajam dan jauh ke depan, merupakan kunci utamanya.

Sukses di semua bidang itu, Mochtar juga mencurahkan kontribusinya di bidang kes­ehatan. Mochtar Riady mendirikan RS Siloam Gleneagles di Lippo Karawaci dengan jarin­gan rumah sakit modern yang kini tersebar di berbagai kota di Indonesia bahkan di luar negeri.

Saat ini, Lippo sudah dan sedang mem­bangun 50 rumah sakit di Indonesia. Atas semua kontribusi ini, tak heran jika Jokowi menganugerahkanBintang Jasa Utama kepada Mochtar Riady. Pemberian bintang jasa merupakan hasil persetujuan sidang I Dewan Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan (Dewan GTK) periode Agustus 2015 berdasarkan Pasal 28 ayat (3) UU No­mor 20 Tahun 2009. Mochtar dianggap berperan besar di peristiwa tertentu dan bermanfaat bagi kebesaran Neg­ara. Pengabdiannya di bidang ekonomi serta jasanya diakui di tingkat nasional.

Oleh : Apriyadi Hidayat
[email protected] (WK)