peluh9SENI beladiri tradisional sep­erti pencak silat memiliki po­tensi luar biasa. Salah satunya adalah potensi wisata, disamp­ing segudang potensi lainnya yang rapi tersimpan. Bila terkelola dengan baik bakal bisa melestarikan budaya yang merupakan entitas budaya ini agar tidak lekang termakan zaman.

(Adilla Prasetyo Wibowo)

KEPALA Dinas Kebudayaan dan Pari­wisata (Disbudpar) Kabupaten Bogor, Rahmat Surjana mengungkapkan hal tersebut saat menghadiri silaturrahmi Pencak Sunda dan Silek Minang yang digagas padepokan silat Sasangka Bua­na beberapa waktu lalu. Dirinya juga menyatakan apresiasi terhadap gelaran acara tersebut.

Menurut dia, acara seperti ini akan mampu menarik wisatawan lokal dan as­ing untuk berkunjung ke Indonesia. Se­lain bisa menambah wawasan tentang si­lat Indonesia, masyarakat pun akan lebih mengenal jauh tentang beladiri pencak silat. “Acara seperti ini bisa dilaksanakan setiap minggu, saya kira wisatawan yang akan datang akan terus bertambah. Khu­susnya untuk bisa berkunjung ke Kabu­paten Bogor,” katanya.

Baca Juga :  Dinilai Pemberani dan Pemersatu LaNyalla Didorong Maju Capres 2024

Untuk itu, dirinya memaparkan, un­tuk kedepannya instansi yang dipimpin­nya itu berencana untuk menggandeng seluruh padepokan silat yang ada di Bumi Tegar Beriman, dengan mengada­kan kegiatan kesenian pencak silat.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Raky­at Daerah (DPRD) Iwan Setiawan meng­harapkan Pemerintah Kabupaten (Pemk­ab) Bogor membentuk lembaga khusus untuk melestarikan budaya pencak silat Cimande dan kesenian bambu yang dimil­iki oleh Bogor sejak ratusan tahun lalu.

Iwan Setiawan yang ditemui di Yayasan Bambu Indonesia, Kelurahan Sukahati, Cibinong mengatakan, menu­rut sejarah olahraga pencak silat berasal dari Cimande di masa Kerajaan Pajajaran ratusan tahun silam.

“Karena pusat akar sejarah pencak silat, sudah seharusnya Pemkab Bogor, terutama Dinas Kebudayaan dan Pari­wisata memberikan perhatian khusus untuk melestarikan dan mengembang­kan pencak silat Cimande,” tuturnya.

Baca Juga :  Fakta, Ini Kisah Pria Soal Makam Upin dan Ipin

Ia pun menyampaikan, selain budaya pencak silat, Bogor juga memiliki buda­ya seni bambu, di mana 1.500 alat-alat rumah tangga dan perlengkapan lainnya dibuat dari bambu, hal ini adalah rekor terbanyak sedunia.

Iwan Setiawan menjelaskan cagar bu­daya yang dimiliki oleh Bogor ini harus dipelihara untuk dikembangkan menjadi objek wisata. “Disbudpar harus bisa me­manfaatkan potensi besar ini menjadi objek wisata budaya yang tidak dimiliki oleh wilayah lain. Saya memberi saran agar Pemkab Bogor turut campur dalam menggugah kesadaran masyarakat akan budaya ini, sebelum ke depannya mem­buat event budaya pencak silat dan bam­bu terbesar se-Indonesia,” pungkasnya.