Aeardingnight-IPB-(1)AGRIA Youth Project (AYP) 2015 yang digelar mahasiswa Fakultas Pertanian IPB, berakhir. Program ini merupakan bagian dari upaya menanam benih pengetahuan dan kerjasama mahasiswa di kawasan Asia yang dirintis oleh IPB. Kini, program peningkatan wacana pertanian ini siap memetik harapan melalui Forum AYNA.

Oleh: RIFKY SETIADI
[email protected]

Berbagai tahap kegiatan yang dilangsungkan dalam Agria Youth Project 2015 berjalan dengan baik. Pada Kamis, (03/09/2015) berlangsung Paper Pre­sentation di Ruang Sidang Fakultas Pertanian dengan dihadiri oleh tiga juri dan sepuluh peserta yang telah lolos seleksi sebelumnya. “Paper yang dibuat diharapkan dapat memberikan manfaat terhadap pertanian,” ujar Nur Annisa Shalehah, Kadiv Humas Agria Youth Project 2015. Dalam kompetisi paper Internasional ini dimenangkan oleh Josephine Azaria dan Pi-Jen Tsai dan National Pingtung University of Science and Technology sebagai Juara Pertama, Kedua: Yu-Xin Chang, Chan Guang Hua, Fernando Diputra, Wen-Guey Chung, Yu-Min Wang, National Pingtung Uni­versity of Science and Technology. Se­dangkan Ketiga : Jamie H. Wang, Miguel S. Flemming, Phillip T. Cheng, Kevin T. Yang, National Pingtung University of Science and Technology. Sementara Juara Runner Up diraih oleh Filemon, Institut Pertanian Bogor.

Dipilih juga Best Presenter, Yu-Xin Chang. “Saya merasa senang karena mahasiswa Indonesia, Malaysia, Tai­wan, dan Jepang telah memiliki jejaring yang baik yaitu AYNA. Saya berharap akan lebih banyak negara yang ter­gabung ke dalam jejaring ini. Saya ingin acara seperti ini berlanjut dan mungkin dapat diselenggarakan di negara-nega­ra lainnya,” ujar Dr. Ir. Ernan Rustiadi, M.Agr, salah seorang inisiator Agria Youth Program IPB.

Baca Juga :  Angka Rata-rata Lama Sekolah Masih Rendah di Bogor

Forum diskusi atau komunikasi juga digelar antara delegasi Indonesia, Ma­laysia, Taiwan, dan Jepang. Diskusi ini merupakan pertemuan pertama antara keempat negara tersebut. Salah satu yang dibahas dalam diskusi ini adalah nama yang akan digunakan untuk se­buah pekumpulan/jejaring dari negara-negara di Asia. “Akhirnya diputuskan bahwa nama yang digunakan adalah AYNA (Asian Youth Network of Agricul­ture). Tujuan bersama yang ingin dica­pai yakni terjalinnya kerjasama dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi guna pengembangan dan keberlansun­gan sektor pertanian,” papar Nur Annisa.

AYNA dibangun dengan latar be­lakang bahwa pertanian merupan sek­tor yang paling berperan dalam me­ningkatkan pertumbuhan ekonomi suatu negara. “Sayangnya banyak orang kurang peduli terhadap pertanian, han­ya sebagian kecil generasi muda berkec­impung di dunia pertanian. Sebagai ma­hasiswa Fakultas Pertanian kita harus berempati terhadap pertanian sehingga sektor ini dapat bertahan dan berkem­bang dengan lebih baik,” jelasnya.

AEC terealisasi mulai akhir tahun 2015, yang merupakan sebuah bentuk integrasi di ASEAN, ASEAN akan men­jadi pusat perdagangan. Maka dari itu, dengan adanya forum ini diharapkan mahasiswa di ASEAN bahkan Asia dapat bekerjasama untuk memperkuat sek­tor pertanian sebagai kebutuhan dasar suatu negara. Forum ini juga dimak­sudkan untuk mempersiapkan generasi muda agar mampu menghadapi segala tantangan dalam dunia pertanian dan memberikan kontribusi nyata pada ma­syarakat terutama yang berkecimpug di dunia pertanian.

Baca Juga :  Angka Rata-rata Lama Sekolah Masih Rendah di Bogor

Setelah pembentukan Forum, dige­lar Awarding Night Malam yang meru­pakan penganugrahan dan acara yang ditunggu-tunggu. Acara berlangsung di Auditorium Toyib Hadiwijaya, IPB Dramaga. Dalam kesempatan itu juga diberikan kesempatan sambutan dari delegasi setiap negara yang secara resmi menjadi wakil negaranya masing-masing dalam AYNA, yakni negara Je­pang, Malaysia, Taiwan, dan Indonesia. “Terima kasih atas undangan kalian, kami dapat meramaikan acara ini di Fakultas Pertanian,” ujar salah seorang wakil dari Jepang yang mencoba meng­gunakan Bahasa Indonesia.

Acara dimeriahkan dengan penamp­inan Tarian So-ranbushi oleh partisipan asal Jepang. Tarian ini menceritakan mengenai gelombang laut, nelayan menyeret jaring, dan menarik tali. Penampil kedua yaitu delegasi dari Ma­laysia. Mereka menampilkan tarian yang cukup unik sebagai perpaduan antara tari tradisional dan tari modern. Tari ini bernama Joget Hati Senang (Happy Dancing). Tarian ini merupakan wujud bahagia dan rasa syukur. Selanjutnya delegasi dari Taiwan menampilkan se­buah peformance dengan menyanyikan lagu Taiwan.