BTMKetua Komisi D DPRD Kota Bogor, Ujang Sugandi, mengatakan, pihaknya akan melakukan sidak hari ini. “Ya, besok akan sidak ke lokasi bersama rekan-rekan tentu­nya untuk pukul berapanya masih di­rahasiakan tapi kita bakalan kasih info ke media terkait sidak ini,” ujarnya, kemarin.

Anggota Komisi bidang pendi­dikan, Mulyadi membenarkan pi­haknya akan melakukan sidak besok untuk melihat prostitusi pelajar yang ada di foodcourt BTM. “Insya allah besok komisi D akan melakukan sidak ke lokasi,” ujar politikus Partai De­mokrat itu.

Terpisah, Kasatpol PP Kota Bogor, Eko Prabowo, mengatakan pihaknya akan menugaskan anggotanya untuk mendampingi Komisi D terkait dengan sidak prostitusi yang ada di foodcourt milik BTM. “Akan saya tugaskan ang­gota untuk mendampingi,” tegasnya.

Sindikat bisnis prostitusi yang melibatkan pelajar ini sejatinya sudah bertahun-tahun terjadi di Bogor. Inves­tigasi BOGOR TODAY menyebutkan, mereka memakai kawasan foodcorut mal tersebut sebagai media bertemu, berkencan dan bertransaksi. Bah­kan, tak sedikit pelajar yang butuh duit cepat mencari om-om berduit di kawasan tersebut. Mereka sekedar nongkrong, merokok dan mencari pelanggan layaknya pedagang jualan komoditi.

Baca Juga :  Dedie Sampaikan Rencana Penataan Kawasan Baranangsiang

Kabar inipun direspon kilat oleh Polres Bogor Kota. Wakapolres Bo­gor Kota, Kompol Satya Widhi Wid­haryadi, mengakui, pihaknya sedang melakukan penyelidikan ke food­court milik BTM. Menurutnya, ada kecurigaan bandar prostitusi besar khusus penyedia pelajar di kawasan tersebut. “Kami masih selidiki. Yang kami bidik adalah mucikarinya. Kami yakini, bos besarnya ada. Tapi masih dalam pendalaman,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Satya mengungkap­kan pihaknya sudah menerjunkan timsus untuk menyelidiki kasus pros­titusi lebih lanjut. “Sudah ada anak buah saya yang memantau disana, tinggal tunggu hasil,” ujar perwira melati satu itu.

Pengakuan mengejutkan juga terlontar dari sejumlah pedagang di kawasan foodcourt. Salah satu pemi­lik kios di BTM, Daryono Darso, men­gakui, prostitusi yang ada di BTM mu­lai beoperasi sejak pukul 16.00 hingga 21.00 WIB. “Biasanya itu dilakukan sama yang profesional kalau untuk pelajar ada hari-harinya,” ungkapnya.

Daryono juga mengatakan untuk pelajar akan mangkal pada hari-hari tertentu dan tidak setiap hari. “Kalau pelajar biasanya hari sabtu dan min­ggu, tapi kadang hari-hari biasa juga terkadang ada dan enggak ada tergan­tung mereka datangnya tapi kalo yang profesional ada hampir setiap hari,” bebernya.

Baca Juga :  Bima Arya Janji Lagi, Biskita Trans Pakuan Akan Mengaspal Besok

Daryono juga mengatakan pi­hak manajamen hanya mengetahui setoran uang yang diberikan oleh para pemilik kios tapi tidak mengetahui bagaimana keadaan asli dari foodcourt milik BTM. “Siapa manajemen yang menyangkal prostitusi? Kami lebih tau karena kami setiap hari dari pagi sam­pai malam ada disini, disini tuh ada bahkan banyak,” ujarnya.

Soal ini, Manager Marketing dan Komunikasi Mal BTM, Sharon Vebrilla, enggan berkomentar banyak. “Kalau untuk kunjungan atau sidak mungkin secara resmi dari Komisi D, belum saya terima. Kami terbuka, karena BTM merupakan area umum, dan un­tuk isu-isu miring yang kita dapatkan justru itu merupakan masukan positif untuk meningkatan pelayanan dan kualitas kami,” kata dia.

Oleh :Guntur Eko Wicaksono
[email protected] yahoo .com (*)