london_callingTAK pelak, kompetisi liga sepakbola menjadi magnet wisata luar biasa. Disamping industri sepakbola yang terus berputar. Liga Primer Ing­gris menjadi liga paling banyak menyedot turis asing berkunjung ke Britania Raya

Oleh : ADILLA PRASETYO WIBOWO
[email protected]

Tahun lalu saja ada 800.000 orang turis datang untuk menyaksikan laga-laga Premier League. Ratusan juta poundsterling dikeluarkan wisa­tawan tersebut saat mengunjungi Old Trafford, Stamford Bridge dan stadion-staidon lainnya.

Jumlah pemasukan yang didapat klub dari kedatan­gan turis asing tak pernah masuk hitung-hitungan keun­tungan klub Premier League. Dibanding uang yang diterima dari penjualan tiket, merchandise, apalagi hak siar, jumlahnya memang tak sebarapa. Tapi angka yang terkumpul dari kedatangan turis-turis asing itu tak bisa dikatakan kecil.

VisitBritain, agensi wisata milik pemerintah Inggris yang didirikan oleh Departemen Budaya, Media, dan Olahraga, melaporkan bahwa sepanjang tahun 2014 lalu Inggris kedatangan 800.000 turis sepakbola. Dalam kunjungannya tersebut, masing-masing turis diestimasi membelanjakan uang sebesar 855 poundsterling (Rp 18,7 juta). Angka belanja rata-rata turis sepakbola yang 855 poundsterling per orang tersebut lebih besar dibanding turis normal, yang cuma membelanjakan 628 pound­sterling.

Per 2014 pendapatan yang didapat Inggris dari turis sepakbola saja mencapai 684 juta poundsterling atau sekitar Rp 14,9 triliun. Angka tersebut mengalami pen­ingkatan tajam dibanding lima tahun lalu. Di 2010 total uang yang dikeluarkan turis sepakbola selama di Inggris adalah 89 juta poundsterling (Rp 1,9 triliun).

Secara khusus VisitBritain memang bekerjasama dengan Premier League untuk saling mempromosikan ‘jualannya’ masing-masing. Di awal tahun ini misalnya, Ryan Giggs muncul dalam sebuah video promosi yang diirlis VisitBritain. Dalam video berdurasi hampir tiga menit itu, Giggs menceritakan beberapa tempat tujuan wisata di Inggris Raya, termasuk tips-tips memilih tujuan wisata.

“Olimpiade London 2012 menempatkan Inggris Raya sebagai salah satu tujuan di peta olahraga dunia, dan sepakbola tentu saja punya daya tarik yang besar,” sahut Patricia Yates dari VisitBritain.

“Menarik melihat kemunculan daya tarik yang kuat dari pasar-pasar yang baru berkembang seperti di China, Hong Kong dan Indonesia, di mana di sana travelernya lebih muda dan dari kelompok ekonomi lebih tinggi. Mereka punya loyalitas yang sama pada klubnya seperti fans di Inggris dan mereka ingin melihat timnya bermain di stadion,” lanjut dia di BBC.

Turis-turis Premier League tersebut sebagian besar datang dari tetangga Inggris. Republik Irlandia jadi pe­nyumbang turis terbanyak dengan 121.000 turis, di be­lakangnya ada Norwegia (93.000), Swedia (58.000), dan Amerika Serikat (53.000).

Premier League juga menjadi ‘penyelamat’ wisata Inggris terutama di periode musim dingin. Saat jumlah turis menurun, wisatawan yang ingin menyaksikan per­tandingan justru bertambah. Pada periode Januari sam­pai Maret, sebanyak 31% dari total wisatawan datang ke Inggris untuk menyaksikan bola. Sementara di Juli hing­ga Desember presentasenya hanya 19%. Angka lainnya menunjukkan kalau dari seluruh wisatawan yang datang untuk menyaksikan acara olahraga, sebanyak 73% di an­taranya memilih pertandingan sepakbola.

“Fantastis melihat peran positif sepakbola yang menunjukkan tujuan-tujuan wisata di banyak wilayah Inggris Raya,” ucap Menteri Pariwisata Inggris, Tracey Crouch.

Old Trafford dan Emirates Stadium menjadi stadion yang paling banyak dikunjungi fans dari luar Inggris, di mana tahun lalu jumlah kunjungan mencapai 109.000 orang. Berikutnya ada Anfield yang musim lalu dikun­jungi 99.000 wisatawan asing, lalu Stamford Bridge den­gan 89.000 kunjungan, Wembley (51.000), White Hart Lane (40.000), Etihad Stadium (33.000), Craven Cottage (30.000)