1395208-29900756-1600-900

Hanya dua kali kemenangan lagi, Serena Williams mencetak sejarah. Ia menjadi petenis putri pertama setelah Steffi Graf yang bisa merengkuh semua gelar grand slam dalam satu tahun.

Oleh : IMAM BACHTIAR
[email protected]

Namun mendekati hari ber­sejarah tersebut, Serena mengaku sangat hati-hati. Langkah awal yang harus dilakukannya adalah me­nyingkirkan Roberta Vinci di semifinal AS Terbuka 2015.

Meski di atas kertas peluang Serena bakal mulus melenggang ke partai pun­cak. Dari empat pertemuan sebelum­nya, Serena selalu meraih kemenan­gan.

Bahkan, petenis nomor satu dunia itu belum pernah kehilangan satu set pun. Terakhir kedua petenis bertemu di perempat final Kanada Masters 2015. Saat itu Serena menang dengan skor 6-4, 6-3.

“Saya tidak mau gegabah. Dia selalu memberikan perlawanan ketat pada saya dan saya tidak mengharapkan itu terjadi lagi,” ucap Serena seperti diku­tip Reuters, Kamis (10/9/2015).

Serena mewaspadai permainan Vinci yang dipastikan akan mengelu­arkan semua kemampuannya mengin­gat ini adalah semifinal pertamanya di ajang grand slam.

“Itu salah satu alasan mengapa dia bermain lebih ngotot lagi dibandingkan pertemuan dengan saya sebelumnya. Dia tahu apa yang harus dilakukan dan tahu bagaimana cara bermain,” ung­kapnya.

Vinci sendiri sudah mengisyaratkan bermain habis-habisan. Saat ini usianya menginjak 32 tahun dan ini merupakan prestasi tertinggi di pentas tenis dunia.

Ia akui, sudah berada di penghu­jung karier dan ini jadi semifinal tera­khirnya, semifinal pertama di grand slam, merupakan hal luar biasa.

“Saya amat bangga dengan diriku sendiri dan tak punya beban. Aku tahu aku punya banyak pengalaman, tapi itu tak berarti banyak ketika menghadapi Serena. Anda harus terus-terusan ber­main lebih baik,” kata Vinci.

Di partai semifinal lain unggulan dua Simona Halep dari Rumania akan berhadapan dengan petenis Italia lain­nya, Flavia Pennetta, yang merupakan unggulan 26.

Seandainya Serena bisa melewati Vinci, salah satu dari dua petenis itulah yang akan jadi “bos terakhir” dalam petualangannya menaklukkan AS Ter­buka 2015. (*)