mtf_jnuAK_145KEINGINANNYA untuk meraih pendidikan tinggi membuat Sandra Bonita (28), wanita keturunan Tionghoa dan Betawi ini sudah mencari uang sejak usia muda, tepatnya mulai dari bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). Anak ke-dua dari empat bersaudara ini bukanlah lahir dari keluarga yang kekurangan, kondisi ekonomi keluarganya yang terbilang ‘cuk­up’ tidak membuat putri pasangan Siti Khodijah dan Hendy Theosa ini lantas menjadi anak manja. Kemadirian yang di­tanamkan oleh ayahnya tetap diterapkan oleh wanita bertinggi badan 158cm ini, sampai kini ia menempati posisi penting di Media Nusantara Citra Televisi (MNCTV).

Oleh : Latifa Fitria
[email protected]

Pesan yang papa ajarkan dari sejak saya masih kecil manfaatnya sangat terasa, me­mang tidak mudah untuk membangun pribadi yang mandiri. Tetapi hasilnya juga sangat besar yang saya raih, asalkan ada kemauan dan halal,” ungkap wanita yang akrab disapa Boni.

Ia mengaku, dari sejak duduk di bangku SMA sudah mulai mencari uang untuk tabungan ke per­guruan tinggi. Hobi menarinya dari sejak kecil di­manfaatkan Boni sebagai sampingan, mengisi acara di sebuah acara seremoni. Sedikit demi sedikit jer­ih payah yang ia sisihkan, akhirnya ia mampu mem­biayai kuliahnya di Institut Bina Nusantara, Jakarta, angkatan 2009.

Baca Juga :  36 Orang Terpaksa Kehilangan Rumah Akibat Kebakaran di Jalan Senyiur Samarinda

“Saya yakin papa pasti ikut bangga sama saya, dari sejak papa meninggal saat saya masih SMA, saya tidak mau minta uang jajan sama mama. Jadi saya sampingan sebagai modern dancer bersama teman-teman saya yang juga hobi dancer,” terang Boni, yang pernah menghabiskan masa SMA di Yayasan Kesatuan Bogor.

Tak hanya itu, selain membiayai dirinya send­iri, Boni juga mampu membeli semua kebutuhan primer dan sekunder pribadinya.

Namun, bukan perjuangan yang mudah bagi Boni untuk dapat meraih apa yang ia dapatkan saat ini. Rumah besar, sebuah apartement, kendaraan mewah dan jabatan yang menggiurkan di perusa­haan besar, ia raih dengan keringat dan air mata.

Menari, meliuk-liukkan tubuhnya dengan busa­na yang seksi dan polesan make-up tebal, membuat siapapun akan berfikir miring tentang pekerjaan Boni.

“Dulu saat saya sampingan sebagai seorang dancer, banyak orang yang menilai saya ‘miring’. Tapi, saya tidak mau bergeming, toh saya cari uang halal dan tidak merugikan siapapun,” ujar Boni.

Setelah lulus dari perguruan tinggi, tidak mem­buat Boni lantas meninggalkan hobi dancernya. Pe­kerjaan pertamanya di PT. Telkom bukanlah men­jadi pekerjaan tunggal, ia tetap menerima panggilan menari setiap undangan acara.

Baca Juga :  Akhir 2022 Pemerintah Berencana Hapus Kartu E-Toll 

“Kalau dibilang capek yah capek, tapi saya juga hobi banget sama menari. Kalau diam saja rasanya ada yang kurang, anggap saja kerja sambil olahraga,” tambahnya.

Satu tahun bekerja di PT. Telkom dan akhirnya Boni pindah ke PT EXCEL UTAMA INDONESIA (EUI), kini Boni bekerja di pe­rusahaan televisi swasta ternama. Referesi yang ia dapatkan dari beberapa relasi bu­kan hanya sekedar lobi semata, ia meyakini beberapa petinggi MNCTV mereferensikan dirinya bergabung lantaran ketekunannya dalam pekerjaan.

“Ini hasil dari nasihat papa, awalnya dari mandiri jadi terbiasa dan memberikan nilai positif dari orang-orang yang melihat. Prinsip saya, baik suka atau tidak dengan perkejaannya saya tetap tekuni peker­jaan saya. Sebab itu masih tanggung­jawab saya,” tuturnya.

Kini, apa yang sudah ia raih sudah sangat di­syukurinya, namun belum langsung membuat lulusan SMP Yayasan Mar­di Yuana Bogor ini puas begitu saja. “Namanya manusia tidak pernah puas, begitu pun dengan saya. Kalau bisa saya menghasil­kan lebih lagi, dan mungkin saya juga ingin menikah , ” pungkasnya sambil ter­tawa.