1947602CHELSEA berhasil menang melawan Arsenal dalam laga yang bertajuk Derby London dengan skor 2-0. Gol-gol The Blues tercipta pada babak kedua dari sun­dulan Kurt Zouma memaksimalkan assist dari Cesc Fabregas dan sepakan keras Eden Hazard yang ter­lebih dahulu membentur tubuh Calum Chambers.

Oleh : ADILLA PRASETYO WIBOWO
[email protected]

Pertandingan sebenarnya berlangsung dengan ketat, hanya saja dua kartu merah yang dikeluarkan wasit untuk Arsenal membuat pasukan Wenger ini tak bisa membuat banyak perlawanan. Apalagi kartu merah pertama Arsenal yang diterima oleh Gabriel berawal dari tindakan kon­troversial Diego Costa.

Arsene Wenger kembali menu­runkan Peter Cech, Hector Bellerin, Franc Coquelin, dan juga Aaron Ramsey yang sempat absen pada pertandingan tengah pekan lalu di ajang Liga Champions. Pemain-pemain yang segar seharusnya siap tempur ketika melawat ke Stamford Bridge.

Jose Mourinho pada pertandin­gan kali ini lebih memilih Kurt Zouma ketimbang John Terry sebagai rekan duet Garry Cahill di lini belakang. Mou sepertinya menyadari kecepa­tan-kecepatan pemain depan Arsenal semacam Alexis Sanchez dan Theo Walcott akan merepotkan Terry yang dinilai sudah mulai lamban.

Dampak dari perubahan ini bisa dibilang berhasil. Kecepatan Wal­cott di lini depan mampu direduksi Kurt Zouma. Dalam beberapa kes­empatan Zouma mampu meredam agresifitas Theo Walcott. Apalagi gaya main Arsenal memang men­gandalkan serangan balik yang membutuhkan kecepatan. Dan pun­caknya lewat skema set pieces, Kurt Zouma berhasil mengkonversi um­pan matang dari Fabregas menjadi sebuah gol.

Bek yang tangguh sekaligus cepat juga menjadi penting bagi Chelsea karena gelandang mereka, terutama Fabregas, cukup aktif melakukan tekanan ke depan saat bertahan. Membuat garis pertahanan menjadi tinggi dan memaksa Arsenal ber­main bola-bola panjang. Akibatnya Walcott yang menjadi penyerang tunggal harus selalu jauh dengan gawang. Ketika lolos ia akhirnya ter­jebak offside atau bisa dikendalikan oleh Zouma.

Pilihan Mou untuk menurunkan Zouma terbukti merupakan pilihan yang tepat. Bukan cuma karena gol yang dicetaknya, tapi juga keberhas­ilannya mengeliminasi kecepatan pemain-pemain Arsenal.

Baca Juga :  Sentul Sirkuit Kembali Gelar Ajang Balap Vespa

Kembalinya Oscar ke lapangan, usai absen karena cedera, membuat permainan Chelsea perlahan mulai kembali. Menurunnya permainan The Blues pada awal musim, yang berdampak pada hasil buruk yang menyeret Chelsea ke papan bawah, sedikit banyak juga terjadi akibat ab­sennya Oscar.

Tidak ada gelandang di sepertiga akhir yang bisa menahan bola seka­ligus mengatur tempo permainan. Hazard yang sebenarnya punya ke­mampuan untuk melakukan itu pun terlihat menurun di awal musim. Hal ini berdampak pada pemain Chelsea lainnya terutama di sektor depan. Sehingga Fabregas yang menjadi poros ganda bersama Matic, kerap harus ikut naik hingga kotak penalti lawan.

Eden Hazard yang pada be­berapa pertandingan sebelumnya tampil kurang begitu meyakinkan juga dapat kembali bersinar. Selain akhirnya dapat mencetak gol, ia juga menorehkan total empat tembakan di laga ini. Hidupnya kembali per­mainan Hazard membuat bek kanan Arsenal, Bellerin, yang biasanya ak­tif menyerang harus tertahan di lini belakang.

Begitu juga dengan Pedro Rodri­guez. Walau sempat diragukan tampil karena masih mengalami cedera, pe­nyerang sayap asal Spanyol tersebut berhasil melesakan lima tendangan ke arah gawang, terbanyak di antara pemain Chelsea yang lain.

Oscar menjadi penyambung an­tar lini Chelsea sehingga Pedro dan Hazard tidak perlu untuk sering ber­tukar posisi. Mereka dapat fokus di area masing-masing untuk mencip­takan peluang sebanyak mungkin. Inilah yang tak tampak saat Oscar absen di laga-laga sebelumnya.

Kartu merah yang diterima Ga­briel memang kontroversial walau­pun sebenarnya ia layak mendapat­kannya. Diego Costa memang memancing keributan pertama, tangannya ikut “main” saat beradu bola dengan Koscielny. Namun bek Arsenal tersebut tetap santai dan tak terpancing provokasi yang dilaku­kan Costa.

Sedangkan Gabriel justru ikut larut dalam duel itu yang membuat duel berubah menjadi Costa vs Gabri­el. Keduanya terus beradu mulut sam­pai kemudian bek asal Brasil tersebut mencapai puncak emosi dan melaku­kan tendangan yang sayangnya tepat di hadapan wasit Mike Dean.

Baca Juga :  PWI Kota Bogor Berangkatkan 10 Wartawan Dalam Seleksi Porwanas Tingkat Jabar

Kejadian tersebut terjadi di penghujung babak pertama saat kedudukan masih imbang tanpa gol. Chelsea sendiri sedikit lebih unggul dari segi penguasaan bola 53%-47%, sedangkan dari tembakan ke gawa­ng Hazard dkk. melakukan delapan kali sementara Arsenal hanya seten­gahnya. Chelsea sudah dominan, tapi masih jauh dari gambaran akan memenangi laga dengan mudah.

Meski begitu pertahanan Arsenal masih terlihat solid berkat penampi­lan gemilang penjaga gawang mer­eka, Petr Cech. Sehingga peluang mencuri poin masih terbuka lebar pada babak kedua. Namun kelu­arnya Gabriel membuat Wenger ha­rus melakukan perubahan susunan pemain.

Coquelin yang bertugas sebagai gelandang bertahan, pelindung para bek Arsenal, harus ditarik keluar digantikan Chambers. Di sinilah ti­tik balik pertandingan terjadi, men­gubah komposisi ditambah kehilan­gan pemain, permainan Arsenal berubah total.

Oezil dan Ramsey yang sebel­umnya berperan aktif saat serangan balik menjadi sering tertahan di belakang. Membantu Cazorla yang berjuang sendirian menjadi gelan­dang bertahan melawan gempuran Hazard dan Pedro. Tidak ada lagi ancaman bagi pertahanan Chelsea, bahkan setelah fase ini Matic dan Fabregas lebih banyak berada di area lawan. Penguasaan bola mutlak menjadi milik tuan rumah. Bermain dengan 10 orang saja sudah mem­buat Arsenal kewalahan apalagi jika harus berkurang lagi. Hal tersebut terjadi saat kemudian Cazorla harus menerima kartu kuning kedua. Ia sepertinya tak sanggup menghadapi tekanan karena Coquelin, rekannya di sektor poros ganda tadi sudah duduk di bangku cadangan.

Hingga pada akhirnya, Eden Haz­ard berhasil menambah mimpi bu­ruk Arsenal dengan torehan golnya di masa injury time memanfaatkan minimnya penjagaan para pemain Arsenal di area pertahanan mereka.