mqdefaultMAKKAH, TODAY — Kebakaran kembali terjadi di penginapan 502 di Hotel Gawhara Taljawar di daerah Raudhah, Makkah, Arab Saudi. Hotel itu dihuni sekitar 700 jamaah haji asal Indone­sia. Seluruh jamaah lantas dievakuasi melalui pintu darurat di sisi kiri hotel.

Data yang dihimpun, Minggu (27/9/2015), sekitar pukul 01.14 waktu setempat tampak asap mengepul dari hotel tersebut. Terlihat pula asap yang masih tampak keluar dari lobi hotel.

Ahmad, Pelaksana Perumahan Daerah Ker­ja Mekkah, seperti dilansir portal resmi Kemen­terian Agama RI, kemenag.go.id, menyatakan pemilik hotel menyebut api bersumber dari arus pendek pada mesin pemadam kebakaran di belakang resepsionis. Tim pemadam kebakaran tiba di lokasi cukup cepat, sementara jamaah dievakuasi ke hotel lain yang berada sekitar 100 meter dari Hotel Gawharatal Jawar. Satu jamaah yang sedang sakit dibawa ambulans ke klinik setempat.

Saat lobi terbakar, alarm di hotel itu ber­bunyi. Alarm itu antara lain didengar oleh salah satu jamaah yang sedang bersiap salat dzuhur, Hayin Aulina. Namun semula ia menganggap bunyi alarm itu biasa aja. “Bunyi alarm dianggap biasa karena memang alarm suka berbunyi dise­babkan ada orang merokok. Tapi kemudian ada yang menggedor pintu dan mennyuruh keluar untuk mengungsi,” kata dia.

Baca Juga :  Diminta Jabarkan Lambang Pancasila, Bocah Ini Beri Jawaban Kocak

Saat para jamaah dievakuasi, asap telah memenuhi lobi hotel. Di sepanjang jalan de­pan hotel itu terparkir antara lain tiga truk tanki air pemadam kebakaran, dua blower raksasa penyedot asap, dua mobile crane, dan tiga ambulans. Asap di lobi hotel akh­irnya berhasil disedot dalam 30 menit, dan api berhasil dipadamkan.

Dari luar hotel, terlihat ada 8 unit mobil pemadam kebakaran dan 10 mobil ambulans. Selain itu ada pula mobil dengan sebuah kipas khusus yang menyedot asap agar keluar dari bangunan hotel. “(Kebakaran terjadi) sekitar pukul 12.10, pas mau dzuhur,” kata Ketua Klot­er JKS 39 Suhendi kepada detikcom di lokasi.

Suhendi menyebut awalnya alarm ber­bunyi tetapi kemudian mati. Dia menduga alarm berbunyi karena asap rokok tetapi ternyata bau asap semakin pekat. “Alarm bunyi mati bunyi mati gitu, biasanya sih asap rokok. Tapi ternyata kok lama-lama bau,” ujarnya.

Baca Juga :  Gejala Alam di Selat Sunda, BMKG Minta Semua Bersiap

Suhendi mengaku sempat ada kepani­kan dari para jamaah haji. Namun para ja­maah sudah berkumpul lebih dulu di lantai M sehingga tidak masalah. “Ya ada kepani­kan. Tapi semua sudah keluar kok. Dievakua­si ke penginapan deket sini,” ucap Suhendi.

Suhendi menyebut di penginapan itu ada 3 kloter yaitu JKS 34, JKS 39 dan JKS 49. Dia mengaku ada 4 orang jamaah yang dibawa ambulans tetapi karena sudah men­derita sakit dari awal. “Ada 4 orang dibawa ambulans, karena memang sakit dari awal,” ucapnya.

Belum diketahui pasti apa penyebab keba­karan tersebut. Namun pada beberapa waktu sebelumnya kebakaran juga terjadi di penginapan jamaah haji di penginapan 403 di Hotel Sakab Al Barak yang diduga berawal dari rice cooker.

(Yuska Apitya Aji)