BOGOR TODAY – Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum­ham) mengakui masih banyak masalah yang membelit lem­baga permasyarakatan (Lapas) di Indonesia. Salah satunya adalah masalah kwantitas SDM dan kejujuran.

“Ya, di beberapa daerah petugas kami tergolong se­dikit. Padahal jumlah nara­pidana yang mesti dijaga ter­golong banyak,” ujar Jubir Dirjen Pemasyarakatan Akbar Hadi, kemarin.

Akbar mencontohkan di Lapas Salemba, di sana hanya dijaga 25 petugas saja. Padahal jumlah narapidana mencapai sekitar 3.700-an jiwa.

Baca Juga :  Cegah Kutub Ekstrem Saat Pemilu 2024, Tiga Parpol Ini Berkoalisi 

Di daerah pun juga sama saja. Misal di Padang Sidem­puan hanya ada empat petu­gas saja. Padahal di sana ada sekitar 600an narapidana. Menyikapi hal ini, ungkapnya, beberap langkah telah diper­siapkan pihaknya. “Kami su­dah membangun pengawasan online kepada beberapa lapas. Salah satunya Nusakamban­gan,” katanya.

Ia mengatakan melalui konsep itu, Menkumham dapat langsung mengawasi situasi yang ada berada di lapas. Ak­bar menyatakan konsep ini ke depan akan diperbanyak. Dimana harapannya bisa men­jangkau seluruh lapas yang ada di Indonesia.

Baca Juga :  KORMI Kota Bogor Raih 9 Juara di 5 Inorga pada Pembukaan FORPROV ke 4 Tahun 2022

Sebelumnya, dalam foto yang beredar beberapa waktu lalu, Gayus terlihat makan di sebuah restoran dengan men­genakan kaos biru, celana jeans dan topi biru serta me­makai jam tangan.

Foto itu diunggah oleh salah satu pengguna akun je­jaring sosial. Atas kejadian itu, Gayus kini telah dipindahkan ke Lapas Gunung Sindur Kabu­paten Bogor dan ditempatkan di ruang khusus.

(Yuska Apitya Aji)