SPEAK-SMA-Kesatuan-(1)KETIKA generasi tak lagi melestarikan kreativitas dan budayabangsa, sama halnya dengan hilangnya identitas sebuah negeri. Karenanya, membangun semangat budaya dalam semangat kebersamaan antar pelajar, menjadi penting.Pelajar sudah saatnya angkat bicara.

Oleh: RIFKY SETIADI
[email protected]

Mengembangkan toleransi, kebersamaan dan persat­uan antar pelajar untuk membangun dan men­gangkat semangat berbudaya, ditawarkan oleh SMA Kesatuan Bogor melalui event SPEAK (Sequence of Performing Enter­tainment Aligning in Kesatuan) 6 tahun 2015. Mengangkattema “Youth’s Love for Indonesian Cul­ture”, SPEAK 6 diharapkan dapat meningkatkan kesadaran generasi muda untuk melestarikan dan men­jaga budaya bangsa. “Kita berusaha memperkenalkan, melestarikan dan menarik minat generasi muda pada bentuk-bentuk budaya bangsa dengan berbagai kegiatan yang disesuaikan perkembangan dan semangat mereka,” ujar Ahmad Junaedi, S. Si., M. Si, Ke­pala Sekolah SMA Kesatuan Bogor. Event SPEAK merupakan event yang merangkul berbagai minat dan bakat mulai dari olah­raga seperti futsal dan basket, modern dance, tari tradisional, fotografi, english competition, choir, dan seni grafis. “Minat genera­si muda sangat besar di bidang itu, dengan begitu kita tinggal mengarahkan agar mereka menjunjung tema ke­budayaan, berharap generasi muda mampu mengembangkan sikap, mental, sportivitas dan kreativitas yang tinggi,” tambah Junaedi.

Baca Juga :  Angka Rata-rata Lama Sekolah Masih Rendah di Bogor

SPEAK 6 berlangsung sejak Senin, 21 September 2015 lalu hingga Jumat (2/10/2015) mendatang di SMA Kesatuan Bogor. Ratusan pelajar terlibat di dalam kegiatan yang menjadi alat pemersatu pelajar Bogor ini melalui berbagai kompetisi yang digelar penyelenggara seperti kompetisi basket, futsal, modern dance, fotografi, kompetisi tari daerah, kompetisi membatik, kompetisi choir, kompetisi bahasa Inggris hingga bazaar. “Me­lalui event kami berharap para pelajar terasah dan teruji minat, bakat dan kemampuannya, sekaligus mengusung nilai-nilai budaya bangsa agar mereka turut melestarikannya,” ungkap Kezia Clarisa, Ketua Pelaksana SPEAK 6. Siswi cerdas kelas XII IPA 1 ini juga berharap moment ini mampu dijadikan ajang kebersamaan dan persatuan pelajar. “Saatnya pelajar angkat bicara dalam hal prestasi dan kebanggaan terhadap budaya bangsa,” tegasnya.

Pelajar yang biasa dipanggil Ica itu menyebutkan, panitia akan segera mengumumkan hasil kompetisinya di akhir acara nanti. Sebanyak 16 tim peserta kompetisi futsal tingkat SMA terus bertanding melalui babak penyisihan, begitu juga 16 tim futsal di tingkat SMP, 20 tim basket putra tingkat SMA, 8 tim bas­ket putri tingkat SMA dan 8 tim basket putra tingkat SMP. Tak hanya itu, sebanyak 27 orang turut berpartisipasi dalam lomba fotografi, 30 orang sebagai peserta speech contest, 10 tim di kompetisi modern dance dan 13 tim di kompetisi tari jaipong, masing-masing akan mendapatkan hadiah dan penghargaan yang cukup besar dari penyelenggara.

Baca Juga :  Angka Rata-rata Lama Sekolah Masih Rendah di Bogor

Salah satu peserta, Nurul Izza Darmawan, siswi kelas XI dari SMK-SMAKBO yang mengikuti Speech Contest mengung­kapkan, kegiatan ini sangat bermanfaat dalam melatih kemam­puan siswa baik secara mental maupun intelektual. “Di event ini semacam ini, kemampuan kita teruji bagaimana kita tampil per­caya diri, yakin, sekaligus terlatih untuk menggunakan pengetahuan dan kemampuan yang kita miliki,” tutur gadis manis kelahiran Bekasi 8 Juni 1999 ini. Putri dari Darma Setiawan dan Euis Rukmini yang begitu fasih berbahasa Inggris ini, rupanya sudah sejak SMP terbiasa menggunakan bahasa Inggris. “Segala sesuatu kalau terbiasa, pasti kita bisa,” ujarnya.

Pembina kegiatan, Gilang Ramadhan, S. Pd berharap kegiatan ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para pelajar. “Selain menjadi wadah ekspresi, minat dan bakat, event SPEAK 6 dari SMA Kesatuan juga merupakan tanda persaudaraan pelajar kita yang berani berkompetisi dengan prestasi,” tuturnya.