Dinkes Periksa Kesehatan Sopir Bus

HLUntuk menekan angka kecelakaan, para sopir bus di Terminal Baranangsiang menjalani tes kesehatannya yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, kemarin.

Oleh :Guntur Eko Wicaksono
Guntur_ada@ yahoo .com

Pemeriksaan dilakukan be­berapa tahapan, antara lain tes urine, pengambi­lan sample darah, pemer­iksaan tekanan darah, dan jantung. “Tes ini sebagai lang­kah antisipasi terhadap kasus ke­celakaan yang diakibatkan human error,” kata Kepala Seksi Pengenda­lian Penyakit Tidak Menular Dinkes Kota Bogor, dr. Lindawati, kemarin.

Tes urine dilakulan dengan tu­juan untuk mengetahui apakah para sopir menggunakan alkohol atau narkoba. Sementara, tes da­rah dilakukan untuk mengetahui kesehatan sopir. “Mereka kan ha­rus mengangkut penumpang. Jadi kondisinya harus fit dan maksimal dalam pelayanan pada penumpang. Apalagi, ada di antara mereka yang berkerja selama 24 jam,” jelasnya.

BACA JUGA :  Argentina di Piala Dunia 2026: Kandidat Kuat Pertahankan Gelar Juara

Apabila dari hasil pemeriksaan kesehatan ada sopir yang positif mengidap penyakit, maka pihaknya akan memberikan rekomendasi kepada sopir untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. “Jika di­perlukan menjalani perawatan atau harus rutin cek kesehatan, akan kami beri rekomendasi. Hasil tes akan diumumkan minggu depan,” ujarnya.

BACA JUGA :  Tidak Semua Orang Cocok Makan Bayam, Ini Kelompok yang Perlu Berhati-hati

Sejauh ini, Dinkes Kota Bogor menargetkan 50-an sopir yang dites kesehatannya. Mereka adalah sopir bus antar dalam provinsi (AKDP) dan antar kota antar provinsi (AKAP).

Sementara, Kepala Terminal Barangsiang, Ridwan menjelaskan, apabila ditemukan sopir yang posi­tif mengidap penyakit, maka penge­mudi bus tidak diperbolehkan melanjutkan perjalanan. “Setelah dinyatakan sembuh, baru boleh narik penumpang lagi,” pungkas­nya. (*)

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================