IMG_1248BLUNDER di persepakbolaan Tanah Air kembali terjadi. Kali ini terjadi blunder akibat sanksi yang dijatuhkan PSSI terhadap perangkat pertandingan Piala Kemerdekaan.

Oleh : Adilla Prasetyo Wibowo

[email protected]

Langkah PSSI menjatuhkan hukuman pada perangkat Piala Kemerdekaan- mendapat tanggapan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI). Mereka menyebut lang­kah PSSI ini hanya memuat gaduh dan kontra­produktif bagi perbaikan sepakbola nasional.

“Apa yang dilakukan PSSI dengan menjatuh­kan hukuman pada perangkat pertandingan Piala Kemerdekaan ini tak pantas. Pertama-tama, saat ini, mereka dalam status tak diakui oleh pemerin­tah. Selain itu, tindakan mereka ini hanya mem­buat kegaduhan dan kontraproduktif,” ujar Sek­retaris Jenderal BOPI, Heru Nugroho.

Sebelumnya, Komisi Disiplin PSSI menjatuh­kan hukuman skorsing selama tiga tahun kepada 154 perangkat pertandingan yang memimpin per­tandingan di Piala Kemerdekaan.

Mereka dinilai tak melakukan komunikasi dan meminta izin kepada PSSI.

Lebih lanjut, Heru menyebut bahwa tindakan PSSI ini bisa membuat takut pihak-pihak yang hendak menyelenggarakan turnamen. Padahal, saat ini, BOPI mendorong pihak-pihak yang ada untuk menyelenggarakan turnamen.

“Ini sesuai dengan rencana untuk memper­banyak turnamen sembari menunggu bergulirnya lagi kompetisi. Turnamen-turnamen ini kan juga untuk menjaga agar persepakbolaan Indonesia -termasuk pemain dan pelatih- tak mati suri se­lama proses reformasi ini,” tutupnya.