Peran Penting Dalam Sebuah Komunitas

togetherBagaimana cara agar sebuah komunitas dapat menjadi milik seluruh anggota? Seluruh anggota dalam sebuah komunitas adalah sama (merasa) penting. Karena itulah, beri mereka peran sebagai bentuk keterlibatan.

Oleh : HILMAN SEPTIAN
[email protected]

Delapanbelas peran ini merupakan terbitan dari Susan Fouenier dan Lara Lee di Harvard Business Review, peran tersebut adalah :

Pertama, siapa mau jadi Mentor?

selalu ada orang yang memang bisa atau merasa bisa mengajarkan sesuatu pada orang lain. Inilah pemuasan aktualisasi diri seseorang. Di sebuah Komunitas Kuliner, ada orang yang malah membuat “10 tempat kuliner menarik di bogor,” misalnya. Belum tentu benar, sih.  Tapi, paling tidak menurut dia dan berdasarkan pengalaman dia, Itulah top ten kuliner bogor!

Kedua, Learner.

Kebalikan dari mentor, jangan dipaksa juga semua orang ikut menggurui. Tapi, berilah kesempatan menjadi pembelajar juga. Kesempatan untuk hanya sekedar memberikan opini dan review dari apa yg mungkin menunjang kemajuan komunitas.

Ketiga, jadi Back-up.

Menjadi seorang safety net untuk orang lain dengan cara mencoba suatu produk baru. Memang, ada orang yang yang selalu bangga menjadi semacam pahlawan dengan memberikan tips dan peringatan pada orang lain. Wartawan bahkan banyak yang sengaja diminta mencoba gadget tertentu supaya bisa memberikan komentar awal, Dan ini perlu.

Keempat, Partner atau Mitra.

Tugasnya antara lain melakukan encourage, share,  dan motivate. Nah, kalau ini jelas diminta jadi endorser sebuah Brand untuk menetralisasi komentar negatif yang tidak bisa dihindari. Di dunia maya yang tidak terkontrol ini, sebuah Brand harus mengangkat beberapa orang kredibel untuk jadi mitra yang siap pasang badan.

Kelima, Story teller.

Sebuah karakter memang baru bisa ketahuan dalam sebuah cerita. Bukan lewat promosi. Karakter itu sesuatu yang konsisten dalam jangka panjang Karena itu, Brand membutuhkan beberapa anggota komunitas yang senang sebagai pencerita.  Memang, tidak semua orang bisa jadi pencerita. Tapi,  berilah kesempatan pada mereka yang bisa.

BACA JUGA :  Seberapa Sering Tubuh Perlu Terhidrasi? Ini Penjelasan Dokter

Keenam, Historian.

Tugasnya adalah melestarikan kesan-kesan yang terjadi dalam suatu komunitas. Orang-orang seperti ini rajin melakukan filing dan lantas mengkodifikasikan kembali yang sudah terjadi.

Ketujuh, menjadi Pahlawan atau Hero.

Siapa yang mau jadi role model bagi komunitasnya? Dia memang harus benar-benar hard core. Supaya bisa menjadi contoh panutan untuk anggota lainnya.

Kedelapan, adalah Celebrity.

Ya, Anda bisa mengambil selebriti yang sudah jadi, tapi dengan risiko. Orang merasa itu sekadar bayaran atau profesional. Yang paling bagus kalau komunitas itu menselebritikan seseorang. Para pelatih sepakbola seperti Mourinho selalu jadi selebriti bagi komunitas klubnya,walaupun katanya, dia sendiri tidak terlalu pintar main sepakbola.  Tapi, Ronaldo dan Messi adalah the real celebrity bagi komunitas masing-masing, Paham?

Kesembilan, decision maker atau pengambil keputusan.

Inilah orang yang menentukan satu dari berbagai pilihan dalam struktur dan fungsi dalam suatu Komunitas. Komunitas Slank yang namanya Slankers juga punya yang seperti itu.

Kesepuluh, sebagai Provider.

Inilah seorang service-provider yang selalu siap mau jadi tuan rumah dan bahkan take care anggota lain. Ada banyak komunitas sekarang yang merupakan forum tanya jawab di antara anggotanya. Dengan demikian, Brand tidak perlu menjawab sendiri persoalan yang ada di anggota. Mereka akan saling mendukung dengan sendirinya. Tinggal sekarang bagaimana Brand tersebut mendorong hal itu terjadi.

Kesebelas, Greeter.

yang selalu mau meyambut dengan hangat para anggota baru. Dia juga yang memperkenalkan isi, kegiatan positif, kepribadian, maupun nilai-nilai komunitas yang bersangkutan.

BACA JUGA :  Kota Bogor Sabet Opini WTP Ke-10 dari BPK Jabar

Keduabelas, Guide.

yang membimbing anggota baru mengikuti budaya komunitas. Dia mau jadi personal coach supaya para anggota baru jadi betah.

Ketigabelas, Catalyst.

yang memperkenalkan anggota baru pada anggota lama. Para incumbent seringkali merasa bahwa dia lebih punya ownership terhadap suatu komunitas. Agar anggota baru merasa nyaman, dia akan diperkenalkan pada orang-orang tersebut.

Keempatbelas, Performer.

Inilah orang yang suka berada di spotlight. Orang yang suka menjadi focus of attention. Belum tentu dia the real champion, tapi dia memang suka narsis. Ini juga merupakan daya tarik pada sesorang yang tidak punya kesempatan narsis di tempat lain.

Kelimabelas, Supporter.

Orang orang ini lebih banyak pasif, tapi tetap diperlukan oleh para performer. Sebab orang tidak akan perform kalau tidak ada yang jadi audiens, kan? Anda lebih semangat menyanyi di karaoke ketika didengarkan dan dipuji oleh teman-teman, kan? Daripada menyanyi sendirian di sebuah hall megah sekalipun, tapi kosong.

Keenambelas, Ambassador.

yang akan mempromosikan komunitas ke luar. Dia adalah salesperson yang selalu memperkenalkan komunitas ke orang lain yang belum tentu akan jadi anggotanya.

Ketujuhbelas, Accountant.

yang terus menghitung tingkat partisipasi anggota dalam segi akuntansi keuangan yang sekiranya demi pengembangan sebuah komunitas.

Kedelapanbelas, Talent Scout.

yang tugasnya merekrut anggota baru. Wah, ini penting, supaya yang masuk komunitas lebih banyak. Tapi, yang masuk harus benar orangnya. Yang kira-kira bakal bisa tahan lama dan aktif di komunitas. Sehingga ikut membangun komunitas yang makin kuat. Together We Strong!!! (/NET)

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================