Untitled-9PENIKMAT musik tahun 80-90an pasti merinding mendengar namanya. Log Zhelebour, dia adalah promotor sekaligus pro­duser bertangan dingin yang mengorbitkan sejumlah musisi rock papan atas tanah air. Siapa yang tidak kenal Nicky As­tria, Jamrud, atau Boomerang, Log juga yang banyak menye­diakan panggung bagi God Bless, salah satu legenda Rock Indonesia.

Oleh : Guntur Eko Wicaksono
[email protected]

Jangan malu untuk melatih naluri, itu dulu yang pertama,” ungkap pemilik nama asli Oen Oen Log.

Log juga mengatakan dirinya bisa membesarkan bisnis promotor dan event organizer juga label rekaman berkat kepi­awaiannya melobi sehingga orang percaya kepadanya. Ilmu marketing yang satu ini su­dah diasahnya sejak sekolah di SMA St. Louis 1 Surabaya. Log yang dijuluki selebor oleh teman-temannya dikarenakan tingkahnya, tak pernah malu menjajakan catering rantan­gan milik ibunya. “Saya berani rugi dulu. Bagi makanan gratis agar mau coba dulu. Sama saat jadi promotor, rugi dulu sedikit agar orang percaya,” katanya.

Baca Juga :  Busana Petani Menyatu di Alam Agro Eduwisata Organik Mulyaharja

Lebih lanjut, Log juga menjeaskan rock adalah hal yang dihindari orang kala itu. Musiknya yang cadas diidentikkan dengan kekerasan dan kerusuhan. “Izin panggungnya susah sekali sampai berlapis-lapis. Apalagi waktu itu, jaman orba, segala bentuk konser musik diartikan seb­agai kegiatan poilitik, makin susah lagi,” un­gkapnya.

Diakuinya, Konser music rock memang banyak yang berakhir ru­suh, banyak fasilitas yang rusak dan se­jumlah resiko lainnya. Para pemain bisnis hiburan ogah menjamahnya. “Orang lain ang­gap ini tak menjanjikan, justru saya kira itu peluang yang bagus. Bisnis yang dihindari orang, yang ditakuti, nggak ada pesaing, nah saya berani!,” katanya tegas.

Langkah berani lainnya, dia membuat namanya sendiri sebagai nama perusa­haan. Agar kalau terjadi apa-apa, dialah yang langsung bertanggung jawab. Bu­kannya tanpa masalah, di awal penyeleng­garaan festival rock dia pernah merugi dengan mengganti 500 kursi yang rusak. Sejak itulah festival musik dia buat tanpa kursi, dan format ini jadi tren sampai sekarang.

Baca Juga :  Agrowisata Petik Anggur Langka di Bogor

Menghadapi dunia music rock, mental Log benar-benar terasah. Dia tak segan ‘mendidik pasar’ untuk ke arah yang lebih baik. Baik musisinya dibuat percaya diri untuk membawakan lagu-lagu mereka sendiri, maupun penggemarnya yang ‘diangkat stratanya’. “Pertama kita sendiri yang harus bangga dengan apa yang kita kerjakan. Itu ber­pengaruh terhadap loyalitas pelanggan,” jelas promotor Nicky Astria yang melejit lewat Jarum Neraka ini. Dia berpesan agar entrepreneur muda mengedepankan integritas. (Guntur Eko Wicaksono/UC)