Foto : kozer
Foto : kozer

BOGOR TODAY – Pasca penetapan tersangka, penyidikan kasus mark up anggaran pembelian lahan re­lokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Jambu Dua terus dilakukan.

Ditetapkannya Kadis Koperasi dan UMKM, Hidayat Yudha Priatna dan Camat Bogor Barat, Irwan Gumi­lar, proses penyidikan diminta dibu­ka lebih transparan.

Komite Anti Mafia Peradilan dan Korupsi (Kampak) menginginkan ada tersangka baru dan membongkar sampai ke kerak-keraknya.

Koordinator Kampak Cabang Bogor, Roy Sianipar, mengatakan, kampak memberi apresiasi kepada Kejari Bogor yang telah menetapkan tersangka pada kasus lahan Jambu Dua. Ia juga menegaskan, pihaknya menginginkan kepada Kejari Bogor untuk tidak takut atau gentar pada pihak manapun yang ingin mengin­tervensi pada kasus Jambu Dua ini. “Kejari Bogor harus mampu meny­eret pihak lainya, karena penetapan kedua tersangka ini merupakan pintu masuk untuk menyeret pejabat lain­nya yang terlibat dalam kasus Jambu Dua,” ungkapnya.

Baca Juga :  TINDAKLANJUTI ASPIRASI WARGA, DPRD KOTA BOGOR MEDIASI PERSOALAN WARGA BMW DENGAN PIHAK DEVELOPER

Roy menjelaskan, Kejari Bogor segera melakukan penahanan ke­pada tersangka, sesuai pasal 21 ayat 1 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Karena ditakut­kan ada indikasi intervensi kepada kepada tersangka dari para calon tersangka. “Segera tahan tersangka, dan untuk tersangka segera beryanyi senyaring-yaring siapa saja para ak­tor yang terlibat dalam kasus Jambu Dua, yang memakai uang negara Rp 43,1 miliar ini,” tegasnya.

Baca Juga :  Atasi Permasalahan Sosial, Satpol PP Kota Bogor ‘Garuk’ Pengamen dan Pengemis

Dikonfirmasi, tersangka kasus Jambu Dua, Irwan Gumelar mengaku terharu akibat mendapat dukungan yang tak henti-hentinya mengalir sejak dirinya resmi ditetapkan sebagai ter­sangka. Dukungan tersebut dinilainya sebagai buah keyakinan dan kese­tiaannya pada sang maha kuasa yang sewaktu-waktu dapat menurunkan pertolongan bagi dirinya.

“Alhamdulillah, ini dukungan alam semesta. Saya selalu punya ke­setiaan dan keyakinan kalau Allah SWT pasti sesegera mungkin menu­runkan pertolongannya,” kata Irwan.

(Rizky Dewantara)