Untitled-13KANTOR Go-Jek yang berlamat di Jalan Kemang Selatan 8, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, ditembaki orang tidak dikenal. Kepolisian Sektor Mampang menjadikan sebuah proyektil sejenis rakitan yang ditemukan tepat di depan pintu masuk kantor Go-Jek sebagai barang bukti insiden penembakan.

YUSKA APITYA AJI ISWANTO
[email protected]

Kepala Kepolisian Sek­tor Mampang Prapatan Komisaris Priyo Utomo Teguh mengatakan ada dua orang pelaku dalam insiden tersebut. “Keduanya me­naiki motor Beat berwarna putih,” katanya, kemarin.

Pengendara sepeda motor itu mengenakan jaket berwarna oranye dan menggunakan helm putih. Se­mentara penumpang mengenakan jaket Real Madrid bermerek Adidas.

Menurut Priyo, saksi yang meru­pakan seorang petugas keamanan kantor, Agus Rukmana, mengatakan kedua orang tersebut datang dari arah Antasari menuju Kemang Raya. Di depan kantor Go-Jek, sepeda mo­tor itu berhenti. Ketika ditanya men­genai tujuan mereka, salah seorang pelaku mengeluarkan senjata api lalu menembakkannya ke arah kan­tor Go-Jek.

Baca Juga :  Buntut Pengusiran ASN dan Wartawan, Kepala KCP PT Pos Sidikalang Dicopot

Priyo mengatakan tidak ada kor­ban jiwa dalam insiden tersebut. “Tembakannya hanya memecahkan kaca depan kantor Go-Jek,” katanya.

Tidak ada korban jiwa dan luka dalam insiden tersebut, lantaran memang tidak ada karyawan yang masuk selain pihak keamanan ge­dung. Dua orang saksi yang meru­pakan pihak keamanan gedung di­periksa keterangannya oleh Polsek Mampang.

Ihwal motif dari insiden ini, poli­si mengatakan mereka masih men­dalami keterangan-keterangan dari saksi dan menyelidikinya lebih lan­jut. “Masih kita dalami untuk motif,” Priyo menambahkan.

Gedung Go-Jek ini adalah ban­gunan yang dipakai untuk melatih pengemudi Go-Jek. Saat ini gedung Go-Jek berlantai tiga itu dijaga pihak keamanan Go-Jek dan aparat Re­serse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Sekeliling gedung telah dipa­sangi garis polisi. Kaca-kaca yang pecah sudah dibersihkan.

Baca Juga :  Kebijakan Pemerintah, Gaji ke-13 PNS Cair dan Tarif Listrik Naik Hari Ini 1 Juli 2022

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Krishna Murti men­gatakan penembakan yang terjadi di kantor pelatihan Go-Jek murni usaha teror. “Memecahkan kaca itu usaha teror,” kata Krishna, kemarin.

Menurut keterangan Krishna, senjata yang digunakan merupakan senjata rakitan tapi dipastikan bu­kan berasal dari senjata api. “Beda pelurunya,” ujarnya.

Krishna menambahkan, peluru tersebut ketika ditembakkan tidak tembus ke dalam melainkan terpen­tal keluar, “Tidak ditemukan proyek­til, peluru yang ditemukan lebih mirip anak peluru.”

Dalam mengungkap kasus teror terhadap Go-Jek, Polda Metro Jaya ikut mem-back up Kepolisian Metro Jakarta Selatan. Pihak kepolisian masih mendalami motif usaha teror terhadap Go-Jek tersebut. Dugaan sementara karena perisangan bisnis. (/net)