Untitled-6SAYEMBARA desain Situ Front City yang digelar Bappeda Kabupaten Bogor mulai mendapat perhatian publik. Sejumlah arsitek dari kantor konsultan arsitektur menyatakan sangat tertarik untuk mengikuti lomba disain berhadiah pertama Rp 100 juta itu.

‘’Saya tertarik mengikuti lomba disain yang diselenggarakan Bappeda Kabupaten Bogor. Tapi saya belum tahu persis syarat dan ketentuannya,’’ ujar Bayu Angkioso, principal PT Sanggabuana kepada Bogor Today di sela-sela acara penandatangan Kemitraan Berintegritas di Udiklat PLN Bogor, Kamis (5/11/2015)

Bayu yang sehari-hari berkantor di kawasan Pasar Rebo mengaku tahu ada lomba disain mengubah wajah Cibinong Raya menjadi Situ Front City dari koran ini. ‘’Sayangnya, syarat dan ketentuan untuk menjadi peserta lomba tidak terlalu jelas,’’ kata Bayu.

Baca Juga :  Hati-hati, Posisi Duduk yang Salah Menyebabkan Cedera Tulang Belakang

Dalam iklan yang ditayangkan Bappeda Kabupaten Bogor di beberapa media lokal, termasuk di Bogor Today, bagian yang menyangkut syarat dan ketentuan sayembara disain Situ Front City memang sangat kecil-kecil tulisannya. Jika dibaca dengan mata telanjang, terutama oleh mereka yang sudah berusia di atas 40 tahun, sangat sulit. ‘’Coba lihat ini tulisannya kecil-kecil,’’ kata Bayu yang terus berusaha membolak-balik halaman koran ini yang memuat iklan Kinerja Bappeda Kabupaten Bogor.

Baca Juga :  Resep Masakan Nasi Jinggo Khas Bali

Bayu lantas meminta bantuan kepada rekannya di yang aktif di IAI (Ikatan Arsitek Indonesia). Melalui telepon seluler, Bayu terdengar menanyakan beberapa hal yang berkaitan dengan ketentuan lomba disain Situ Fron City. ‘’Teman saya mau carikan di situs IAI,’’ kata Bayu, menjelaskan.

Lelaki yang juga menjadi salah satu konsultan di proyek-proyek PT PLN ini mengaku beberapa kali memenangi lomba disain gedung, antara lain disain kawasan terpadu di daerah Kalimalang. ‘’Sayangnya kawasan ini sampai sekarang belum dibangun,’’ katanya.

(Alfian Mujani)