alfian mujani 240KRITIK itu bagai hujan. Sedikitnya membuat kangen, sedang- sedangnya menyuburkan tanah dengan pohonnya, banyaknya menjadi banjir dan bencana memba­hayakan. Ini perump­amaan yang tercatat dalam sejarah yang patut direnungkan dan dihayati.

Bagi yang senang mengkritik, yakinkanlah diri Anda bahwa kritik itu pas takarannya dan diberikan pada saat yang tepat kepada orang yang tepat pula. Syarat lainnya Anda memang layak memberikan kritik setelah menimbang kualitas, kapabilitas dan abilitas diri sendiri. Kritik tanpa dasar dan power diri yang bagus hanya akan menjadi senjata makan tuan un­tuk diri sang pengkritik itu sendiri.

Bagi yang dikritik, dengarkan dan evaluasi semua kritik. Kita kadang merindukan kritik se­bagai bentuk nyata perhatian orang pada kita. Kritik yang pas akan menjadi pupuk bagi kita untuk lebih berkembang di masa berikutnya. Ketika kritik terlalu banyak, pahami bahwa me­mang ada yang perlu diubah dan diperbaiki.

Hati-hati dengan kritik tak bermutu, bisa menghapus rasa cinta…!