Foto : Net
Foto : Net

BANDUNG, Today – Penyelesa­ian akhir masih menjadi catatan Pelatih PERSIB Djadjang Nurdja­man untuk anak asuhnya pada pertandingan perdana Grup C turnamen Piala Jenderal Sudirman.

Laga kontra Persela Lamongan ini dimenangkan PERSIB dengan skor 3-2 di Stadion Gelora Delta Sido­ajro, Minggu (15/11/2015).

Djadjang melihat, banyak peluang PERSIB terbuang pada pertandingan 2×45 me­nit tersebut. Ia mengaku, hal itu menjadi pe­kerjaan rumahnya supaya pada pertandingan kedua nanti kontra Surabaya Unitad tidak kem­bali terulang oleh anak asuhnya.

“Pekerjaan rumah kami di penyelesaian akhir, banyak sekali peluang terbuang. Kita akan perbaiki itu,” kata Djadjang usai pertand­ingan.

Selain menilai masih ada kekuarangan pada timnya, pelatih yang karib disapa Djanur ini pun mengapresiasi perlawan yang diberikan Laskar Joko Tingkir -julukan Persela Lamon­gan-. Selama laga mereka menunjukan deter­minasi yang tinggi.

“Saya sangat apresiasi untuk Persela yang bermain baik malam ini. Mereka melakukan serangan dan bertahan dengan baik. Kita perlu kerja keras untuk mendapat kemenangan ini,” ucapnya.

Maung Bandung sendiri mendapat petaka ketika Yandi Sofyan harus ditarik keluar di me­nit 51 karena mengalami cedera.

Mengingat habisnya stok penyerang pasca belum sembuhnya Tantan, Ilija Spasojevic dan Zulham Zamrun, Janur pun memaksakan Konate sebagai ujung tombak. Sehingga dia menganggap wajar serangan timnya kurang menggigit.

“Saya maklumi karena kita ga ada stiker hampir selama 40 menit. Waktu ada Yandi juga dia tidak banyak berbuat ke gawang lawan. Dari kanan, kiri, tengah kita serang lawan na­mun penyelesaian masih buruk,” tukasnya.

Stok Striker Menipis

Krisis penyerang dialami Persib ketika memulai perjuangan mereka di Piala Jenderal Sudirman.

Ditandunya Yandi Sofyan saat menghadapi Persela kemarin menambah deretan amunisi lini depan yang naik meja perawatan menyusul Zulham Zamrun, Ilija Spasojevic dan Tantan.

Untuk itu pelatih Persib, Jajang Nurjaman akan memanggil Rudiyana untuk menyusul ke Surabaya karena kini tinggal dia pemain depan yang tersisa.

“Menipisnya stok striker jadi kita men­datangkan Rudiyana kesini (Surabaya,red),” ujar Jajang saat diwawancara di Hotel Best Western Papilio, Senin (16/11).

Saat ini pemain menyerang yang ter­sisa tinggal Atep dan Febri Haryadi. Bahkan pencetak 2 gol di laga kemarin, Konate Makan sebenarnya adalah gelandang yang dipaksakan menjadi target man.

Beruntung Persib punya masa recovery panjang selama enam hari untuk mengemba­likan kondisi pemain menjadi fit lagi. Berikut­nya Maung Bandung memang akan bertand­ing menghadapi Surabaya United pada Sabtu (21/11) mendatang.

“Untungnya kita punya waktu yang luma­yan cukup untuk rehabilitasi cedera,” ujarnya.

Mengenai kondisi Zulham Zamrun, Janur mengaku belum mendapat kabar terbaru ter­kait pemain andalannya di Piala Presiden terse­but.

Sang pemain memang akan melakukan second opinion untuk hasil MRI setelah pemer­iksaan pertama dia divonis menderita cedera ligamen.

“Zulham belum terima kabar baru sampai sekarang, kita masih ikuti apa yang dikatakan dokter saja,” tukasnya.

(Imam/net)