Untitled-16KOTA Bogor masuk dalam zona merah dengan infrastruktur buruk. Penilaian ini diberikan oleh Pusat Studi Politik dan Keamanan (PSPK) dan Pusat Kajian Kepakaran Statistika (PK2S) Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, berdasarkan hasil jajak pendapat tentang tingkat kepuasan masyarakat di Jawa Barat terhadap kinerja pemerintah daerah.

YUSKA APITYA AJI
[email protected]

Meski mendapat predikat sebagai kota dengan infrastruktur buruk, namun Kota Bogor masuk dalam lima besar kota yang memuaskan warganya. Selain itu, Kota Bogor juga masuk dalam daerah dengan kepemimpinan baik.

Dari aspek insfrastuktur, Kota Banjar menduduki peringkat pertama dengan presentase 3,59 poin. Posisi kedua diduduki Kabupaten Purwakarta dengan 3,59 poin, kemudian Kota Tasikmalaya 3,55 poin, Kabupaten Bekasi 3,49 poin, dan Kabupaten Kuningan 3,46 poin.

Survei PK2S Unpad Bandung juga meranking kepuasan warga. Unpad menempatkan warga Kota Sukabumi sebagai warga paling puas dengan kinerja pemerintah daerahnya. Dalam jajak pendapat, warga kota terkenal dengan oleh-oleh moci itu mendapat nilai sempurna, yakni 100 persen warganya puas dengan kinerja pemda. Disusul warga Kabupaten Purwakarta sebesar 93,71 persen, Kota Tasikmalaya 91,12 persen, Kota Banjar 87,99 persen, dan Kota Bogor 87,69 persen.

Baca Juga :  Resep Soto Banjar Gurih Khas Kalimantan Selatan

Sementara warga yang tidak terlalu bahagia dengan kinerja pemerintah daerahnya adalah Kabupaten Sumedang (10,08 persen), Kabupaten Cianjur (15,21 persen), Kota Cimahi (32,98 persen), Kota Depok (37,27 persen), dan Kabupaten Subang (45,17 persen). “Jadi kalau melihat Jabar, Sukabumi ini menempati posisi teratas. Sedangkan Sumedang paling bawah,” kata peneliti PK2S Unpad, Toni Toharudin, dalam konferensi pers, Senin (16/11/2015).

Toni mengatakan, survei tersebut melibatkan 2.445 responden dengan berbagai latar belakang. Margin eror yang dipergunakan adalah 2 persen. Survei dilakukan pada 15-31 Oktober 2015.

Untuk aspek kepemimpinan, kinerja paling memuaskan adalah Kota Sukabumi dengan 3,69 poin. Selanjutnya adalah Kota Bandung 3,67 poin, Kota Bogor 3,66 poin, Kabupaten Purwakarta 3,49 poin, dan Kota Tasikmalaya 3,44 poin.

Dari aspek regulasi, Kota Banjar memiliki skor tertinggi dengan 3,45 poin. Di bawah Kota Banjar ada Kota Sukabumi, Kota Tasikmalaya, dan Kabupaten Purwakarta yang sama-sama memiliki 3,42 poin, serta Kabupaten Ciamis 3,41 poin.

Untuk aspek pelayanan dasar, Kota Sukabumi mendapat penilaian paling memuaskan dengan 3,57 poin. Berikutnya adalah Ktoa Banjar 3,5 poin, Kabupaten Purwakarta 3,44 poin, Kota Tasikmalaya 3,36 poin, dan Kota Bogor 3,28 poin.

Baca Juga :  Akibat Hilang Kendali, Pemotor di Bogor Tewas saat Hendak Menyalip

Sementara untuk anggaran, aspek penilaian tertinggi diperoleh Kota Sukabumi kembali jadi yang teratas dengan 3,46 persen. Posisi di bawahnya adalah Kabupaten Purwakarta dengan 3,4 poin, Kota Tasikmalaya 3,39 poin, Kota Bogor 3,37 poin, dan Kota Bandung 3,32 poin.

Terakhir dari sumber daya aparatur, Kota Sukabumi kembali menjadi yang teratas dengan 3,45 poin. Di bawahnya berturut-turut adalah Kabupaten Purwakarta dengan 3,38 poin, Kota Tasikmalaya 3,35 poin, Kota Bogor 3,29 poin, dan Kota Bandung 3,25 poin. “Secara umum, indeks kepuasan responden tertinggi untuk aspek secara keseluruhan diraih Kota Sukabumi (100 poin),” jelas Toni.

Di luar itu, aspek kepuasan secara keseluruhan diraih Kabupaten Purwakarta dengan 93,71 poin, Kota Tasikmalaya 91,12 poin, Kota Banjar 87,99 poin, dan Kota Bogor 87,69 poin. “Sedangkan daerah dengan kepuasan rendah adalah Kabupaten Sumedang (10,08 poin), Kabupaten Cianjur (15,21 poin), Kota Cimahi (32,98 poin), Kota Depok (37,27 poin), dan Kabupaten Subang (45,17 poin),” pungkas Toni. (*)