Untitled-8WANITA yang satu ini memang memiliki darah bisnis kuliner. Semua keluarga dari ayahnya, rata-rata memiliki usaha di bidang kuliner, mulai dari panganan sampai makanan berat untuk katering. Dia adalah Lia, pemilik Kedai Anugerah Lia di Pasar Bersih Sentul City, Kabupaten Bogor.

ALFIAN MUJANI
[email protected]

Keluarga Papa saya ham­pir semua usahanya ma­kanan, ya kuliner gitu deh,’’ kata Lia kepada Bogor Today, Minggu (22/11/2015) malam dalam perjala­nan dari Bandung menuju Bogor.

Lia sendiri sudah lama mem­bantu keluarga ayahnya mengu­rusi usaha makanan. Tetapi sejak delapan tahun lalu, Lia mendiri­kan usaha katering sendiri. ‘’Saya bisa hampir seluruh masakan di In­donesia, kecuali masakan makasar,’’ ujar istri dari Bun Bun ini.

Selain memiliki darah kuliner dari ayahnya, Lia juga memiliki kegemaran belajar aneka resep makanan. Karena terus belajar, Lia memiliki produk ma­kanan dengan rasa yang khas. Sebagai contoh, makanan yang dia jajakan sehari-hari di Pasar Bersih Sentul City mie kangkung, sop buntut dan gado-gado. Mie kangkungnya memiliki rasa yang khas terutama saos kecapnya. ‘’Saya memilih kecap yang berkualitas, ya seperti Kecap Bango,’’ katanya.

Baca Juga :  Merawat Tradisi Membuat Dandang Nasi

Meski makanan yang dijajakannya di Pasar Bersih Sentul City tidak terlalu banyak varias­inya, Lia bisa melayani pesanan makanan apa saja, termasuk melayani katering kantoran, untuk acara syukuran di kantor atau gereja. Bahkan Lia juga bisa melayani kater­ing untuk pesta perkaw­inan. ‘’Untuk wedding saya bisa siapkan sekali­gus dengan perlengka­pannya, termasuk tenda jiga yang punya hajat memerlukan tenda,’’ ujar Lia.

Berapa omset yang bisa draup Lia dari bis­nisnya ini? Tentu bisa mencapai pu­luhan juta, bahkan bisa ratusan juta, terutama dari katering untuk pesta perkawinan. ‘’Kalau untuk perkaw­inan kan perpaketnya yang paling murah Rp 60.000 jika tidak pakai daging sapi. Jika pakai daging sapi Rp 70.000 untuk perorang,’’ katanya.

Baca Juga :  Merawat Tradisi Membuat Dandang Nasi

Jika yang memiliki pesta perkaw­inan mengundang tamu 500 orang saja, Lia sudah meraup omset antara Rp 30.000.000 sampai Rp 35.000.000 sekali jalan. ‘’Ya setiap minggu ada saja yang pesan katering untuk wedding,’’ kata Lia sambil menjelaskan paket yang paling mahal di tempat dia Rp 150.000 untuk perorang.

Soal omsetnya di Pasar Bersih Sen­tul City, Lia mengaku belum banyak karena da baru buka dua minggu. ‘’Ya paling kalau saya sendiri yang jualan dapatlah Rp 400.000,’’ katanya.

Namun demikian Lia sangat yakin bahwa prospek usaha kuliner di Pasar Bersih Sentul City akan berkembang pesat. Karena itu, dia akan terus per­tahankan meskipun sekarang om­setnya belum bisa menutup biaya operasional. ‘’Saya yakin akan sangat ramai nantinya, apalagi nanti di sini ada apartemen, ada mall AEON yang pastinya akan banyak dikunjungi masyarakat,’’ pungkas Lia. (*)