Surabaya United Wajib Menang

semen-padang-fc-vs-persebaya-di-scm-cup-2015_20150118_050025SOLO, Today – Pelatih Surabaya United Ibnu Grahan tetap optimistis menatap duel melawan Are­ma C r o ­nus dalam lanjutan Grup E delapan be­sar Piala Jenderal Sudirman, Sabtu (19/12), sekalipun sudah kehilangan tiga pilar.

Manajemen Surabaya United se­cara mendadak telah memecat tiga pemain pilar mereka menjelang duel tersebut, yakni kiper Jendri Pitoy, bek Otavio Dutra, serta striker Pedro Javier.

Kehilangan Pedro menjadi keru­gian bagi Surabaya United. Sebab, mereka dipastikan tidak bisa me­mainkan Rudi Widodo yang absen menjalani sanksi kartu merah. Kondi­si ini membuat barisan depan Sura­baya United menjadi berkurang.

“Absennya beberapa pemain dalam pertandingan nanti pasti akan berdampak pada permainan tim. Untuk itu, kini saya terus fokus mempersiapkan para pemain yang ada agar bisa mengimbangi Arema,” ungkap Ibnu.

“Masih banyak pemain penggan­ti, dan mereka saya lihat sudah siap dimainkan. Hanya tinggal matang­kan persiapan akhir saja. Saya tegas­kan, kami sudah siap hadapi Arema.”

BACA JUGA :  Emotional Security dalam Hubungan: Kunci Agar Cinta Tetap Harmonis dan Bertahan Lama

Guna mengisi kekosongan Ibnu kemungkinan akan mencoba me­maksimalkan tenaga Ilham Udin Armaiyn, Siswanto, dan Thiago Fur­tuoso Dos Santos. Sedangkan Wahyu Subo Seto dan Erick Dwi Ermawan­syah disiapkan sebagai pelapis.

“Semoga saja pemain yang ditu­runkan dapat membalasnya dengan penampilan sesuai harapan. Kalau melihat fisik mereka, memang sudah siap bermain. Kini tinggal membe­nahi mental bertandingnya saja,” pungkas Ibnu.

Sementara itu, Cap Surabaya United sebagai tim dengan materi usia muda, dimentahkan oleh pelatih Arema Cronus, Joko Susilo.

Menurut pelatih yang akrab disapa Gethuk ini, Surabaya United bermaterikan pemain senior yang kenyang pengala­man.

Pada setiap pertandingan, pelatih Ibnu Grahan selalu menem­patkan empat hingga lima pemain muda di skuat Surabaya United. Mer­eka di antaranya adalah Putu Gede Juni Antara, M. Fatchurohman, Zulfi­andi, Ilham Udin Armaiyn dan Evan Dimas Darmono.

BACA JUGA :  Lari Pagi atau Lari Sore, Mana yang Lebih Baik? Ini Perbedaan Manfaatnya untuk Tubuh

“”Yang bilang muda siapa. Li­hat di lini belakang senior semua. Yang main muda berapa orang? Em­pat. Kalau disini dua disana empat, sama. Kelihatannya saja mereka ada mantan pemain Timnas U-19,” tutur Gethuk.

Mantan striker Arema era akhir 90an ini menganggap bahwa Suraba­ya United adalah tim yang berbahaya dan wajib diwaspadai oleh timnya.

Sayang di laga besok, Singo Edan terancam tak bisa menu­runkan dua p e ­main inti, yakni Juan Revi dan Kiko Insa. Selain cedera, Revi tak bisa main karena akumulasi kartu. Sedangkan Kiko mengalami masalah di lututnya.

“Siapapun yang tidak bisa main, sudah kita antisipasi semua. Siapap­un yang tidak bisa main, yang lain ha­rus siap. Karena tanggung jawabnya sama,” tutup Gethuk.

(Imam/net)

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================