Jiwa Kritis Jangan Terkikis

B2BOGOR, Today – Mahasiswa sebagai agen perubahan bangsa tak hanya bertugas belajar di kampus, namun juga proaktif dengan isu di sekitarnya. Tanpa perlu menunggu lulus, mahasiswa telah mam­pu menunjukkan kontribusinya dalam masyarakat dengan berkiprah dalam or­ganisasi baik di dalam kampus maupun di luar lingkungan kampus. Banyak di­antara mahasiswa itu yang memilih aktif di BEM, UKM ataupun komunitas sosial pendidikan.

Salah satunya Muhammad El Luthfie Arif, mahasiswa yang aktif di gerakan UI Mengajar itu meyakini, walaupun ma­sih berstatus mahasiswa, mereka tetap bisa berkontribusi untuk negeri. “Misalnya den­gan mengajar di pedalaman seperti yang dilakukan Gerakan UI Mengajar atau dengan melakukan bakti sosial ,” terang mahasiswa Manajemen UI.

BACA JUGA :  Wali Murid di Sukaraja Keluhkan Sistem SPMB Kabupaten Bogor 2026

Hal senada disampaikan, Fatma Nur­khaerani, mahasiswa Teknik Sipil dan Ling­kungan, IPB. Menurutnya, momen sebagai mahasiswa adalah kesempatan emas untuk mengembangkan diri. “Enggak harus nung­gu lulus untuk berkontribusi. Justru selama menjadi mahasiswa adalah kesempatan emas untuk mengembangkan softskill karena ban­yak sekali peluang yang bisa kita dapatkan saat menjadi mahasiswa,” tandasnya.

Fatma menambahkan, kontribusi bisa di­lakukan dengan berbagai cara, diantaranya dengan mengikuti organisasi di kampus sep­erti BEM atau Himpunan Mahasiswa. “Selain itu juga bisa mengikuti komunitas-komunitas seperti komunitas sosial atau pendidikan,” ucapnya.

Agus Akhmaludin, mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora UIN Bandung men­gatakan hal serupa untuk berkontribusi tidak harus setelah lulus kuliah karena itu justru malah membuang waktu. “Belajar itu sedi­ni mungkin, mumpung masih kuliah, agar kelak ketika lulus bisa berkontribusi maksi­mal,” tutur pengurus LSM Frekuensi yang bergerak di bidang pendidikan itu.

BACA JUGA :  Beasiswa Kemenpora-LPDP 2026 Tahap 2 Resmi Dibuka, Atlet dan Pelaku Olahraga Berpeluang Kuliah S2-S3 Gratis

Ia menambahkan, mahasiswa itu harus produktif karena ia adalah sumber daya In­donesia. Banyak cara agar bisa produktif, salah satunya ikut organisasi atau bahkan membuat organisasi. “Bagi saya kalau ku­liah hanya sekedar di kelas, itu rugi besar. Sebagai mahasiswa harus memiliki kegiatan lain yang bermanfaat, bukan hanya untuk dirinya tetapi untuk sesama,” tambahnya.

(Latifa Fitria)

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================