img00031-20100925-1302BOGOR TODAY – Sistem jalan searah jarum jam di seputan Ke­bun Raya Bogor bakal diberlaku­kan pertengahan tahun 2016.

“Pertengahan tahun masih memungkinkan untuk diber­lakukan, perlu disusun relo­kasi PKL yang terkena sistem satu arah,” kata Walikota Bo­gor, Bim Arya Sugiarto, Rabu (20/1/2016).

Ia menambahkan, relokasi PKL yang ada di sejumlah titik, mem­buat sistem satu arah menjadi sangat penting, agar tidak men­imbulkan persoalan baru dengan masyarakat dalam menerapkan kebijakan baru tersebut.

“Kita terus mempersiapkan upaya relokasi PKL di Pasar Bo­gor, Jalan Otista dan penataan Jalan Dewi Sartika sebagai jalur alternatif,” katanya.

Menurutnya, sosialisasi sistem satu arah sudah dilakukan. Na­mun, kendala utama adalah ke­beradaan PKL dan jalur-jalur alter­natif yang bersinggungan dengan sistem satu arah tersebut.

“Hitung-hitungan saya, pertengahan tahun ini. Kalau ada kesempatan, sosialisasi sudah dilakukan, relokasi PKL dipercepat, bisa jadi dipercepat pembelakuannya, tidak sampai pertengahan tahun,” kata Bima.

Bima menambahkan, min­ggu ini akan ada pertemuan kembali dengan sejumlah ke­pala dinas terkait untuk mem­bahas progres persiapan sistem satu arah. Dinas terkait dianta­ranya DLLAJ, Satpol PP, Dinas Koperasi dan UMKM, Polres Bo­gor Kota, PD Pasar Pakuan Jaya, dan Bappeda.

Baca Juga :  Pengamat Nilai Kedepan Akan Jadi Bola Liar Jika Proses Rotasi Promosi ASN Ada Campur Tangan Pihak Luar

Sementara itu, Kepala Di­nas Koperasi dan UMKM Kota Bogor, Hidayat Yudha men­gatakan, pihaknya telah men­data jumlah PKL yang berada di jalur seputar sistem satu arah yang meliputi Jalan Otista, dan Jalan Surya Kencana. “Total ada 750 PKL yang berada di Jalan Otista dan Surya Kencana. Mer­eka sebagian besar merupakan pedagang basah, dan buah-bua­han,” katanya.

Ia mengatakan, Pemerin­tah Kota Bogor tengah men­gupayakan untuk merelokasi PKL yang berjualan di Jalan Otista dan Surya Kencana, na­mun masih terkendala tempat relokasi yang belum tersedia. “Perlu dikoordinasikan den­gan PD Pasar bersedia untuk menerima pedagang masuk ke dalam pasar, dan memastikan mereka tidak lagi berjualan di luar pasar. Perlu difikirkan juga, selama mereka masuk ke dalam, apakah akan ada subsidi mereka menyewa kios, ini yang masih dibahas,” kata Yudha.

Baca Juga :  Petakan Masalah Pelayanan Masyarakat, Komisi IV Rapat Terbuka Dengan Kasi Kemas se-Kota Bogor

Pemberlakuan sistem satu arah seputaran Kebun Raya merupakan salah satu upaya dalam penataan transportasi terpadu di Kota Bogor yang masuk dalam program Bogor Transportasi (B-TOP).

Sistem satu arah (SSA) di sekeliling Istana dan Kebun Raya Bogor menjadi searah jarum jam, yakni kendaraan yang bergerak dari arah Ba­ranangsiang tidak lagi berjalan lurus ke Jalak Harupat tetapi berbelok ke Jalan Oto Iskandar Dinata menuju Jalan Juanda dan Jalak Harupat.

Sementara kendaraan yang dari arah Jalan Kapten Musli­hat dan Paledang tidak dapat lagi berbelok ke kanan untuk menuju wilayah Selatan sep­erti BTM, Suryakancana atau Empang, tetapi harus berbelok dulu ke kiri menuju Jalak Ha­rupat, dan Jalan Pajajaran baru berbelok di Tugu Kujang menu­ju Jalan Otista.

(Abdul Kadir Basalamah|Yuska)