Cara Orang Kaya Melihat Uang

Untitled-5Sudah banyak buku, artikel dan bahkan training un­tuk membahas seperti apa sih cara orang-orang kaya tersebut berpikir dan bertindak? Salah satu penulis buku Steve Siebold mendapati jawaban yang cukup surprise ketika dia melaku­kan interview ke banyak miliuner di seluruh dunia.

Jawaban tersebut, ternyata hanya sedikit yang berhubungan dengan uang, kebanyakan justru berhubungan dengan mental alias cara kita berpikir tentang uang dan kehidupan.

Dalam tulisan kali ini kita akan bahas beberapa trik dan tips bagaimana orang kaya tersebut berpikir yang membedakan den­gan orang-orang kebanyakan.

  1. Orang kebanyakan melihat uang secara emosional, sementara orang kaya melihat uang menggu­nakan logika.

Orang kebanyakan yang mem­punyai latar belakang edukasi yang bagus, pekerjaan yang bagus cenderung kemudian menjadi ‘ta­kut’ alias bermain aman dengan kehidupannya dan lebih berminat untuk pensiun dengan nyaman. Mereka menggunakan emosinya untuk ‘mencari aman’ atau dike­nal dengan istilah ‘comfort zone’ dengan kondisi keuangan yang mereka miliki saat ini. ­

BACA JUGA :  Apple Umumkan iOS 27 dan macOS 27, iPhone 11 Masih Kebagian Update

Sementara orang kaya melihat uang hanya sebagai alat saja sehingga menggunakan logika mereka. Mer­eka melihat bahwa uang yang dimil­iki bisa memberikan mereka pilihan dan kesempatan untuk mengem­bangkan uang mereka menjadi lebih banyak lagi.

  1. Orang kebanyakan berpikir bahwa cara untuk menjadi kaya adalah dengan pendidikan formal, orang kaya percaya bahwa fokus pada suatu ilmu/pengetahuan.

Kalau diperhatikan, banyak sekali dari orang-orang kaya di du­nia ini yang hanya memiliki sedikit latar belakang pendidikan formal, akan tetapi mereka sangat fokus dan sangat menguasai apa yang mereka kerjakan. Almarhum Om Bob Sadino juga sering sharing pen­galaman dia mengenai hal ini.

Sementara itu kebanyakan orang lebih percaya bahwa gelar Master atau bahkan Doktor akan menjamin masa depan kekayaan mereka.

  1. Orang kebanyakan mengang­gap uang bisa menjadi sumber masalah. Orang kaya melihat ke­miskinan sebagai sumber masalah. Stigma banyak orang beranggapan bahwa seseorang bisa kaya biasan­ya karena beruntung atau melaku­kan hal-hal yang tidak jujur. Itu sebabnya beberapa kalangan justru merasa tabu untuk menjadi kaya atau terlihat kaya.
BACA JUGA :  Penjualan Mobil Mei 2026: Toyota Masih Dominan, Geely Masuk 10 Besar dan BYD Tersingkir

Sementara itu orang kaya sangat tahu bahwa meskipun uang tidak menjamin suatu kebahagiaan, tapi setidaknya membuat hidup lebih mudah dan nyaman.

  1. Orang kebanyakan melihat membahagiakan diri sendiri adalah egois dan tidak baik, orang kaya me­mandang hal tersebut normal.

Orang kaya di dunia berusaha untuk membahagiakan diri mereka, tanpa harus berpura-pura. Semen­tara orang kebanyakan memandang hal tersebut secara negatif.

Orang kaya berpikiran bahwa, apabila mereka tidak bisa men­jaga diri mereka, bagaimana mer­eka bisa membantu orang lain kan? Anda tidak bisa memberikan sesuatu kepada orang lain apabila anda belum memiliki.

  1. Orang kebanyakan punya mental menunggu, orang kaya pu­nya mental bertindak (action).

Kebanyakan orang hanya me­mikirkan, berwacana dan paling mentok berencana saja tentang bagaimana caranya supaya bisa punya banyak uang, aset, dan menjadi kaya, sementara orang lain bertindak dan melakukannya.

(Aidil Akbar, detikfinance)

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================