Untitled-2Untuk menanam pohon di sekolah tak perlu memiliki lahan terbuka hijau luas. Di lahan sempit pun bisa. Menanam tiga empat lubang pun lebih dari cukup. Yang terpenting adalah menanam pohon di pikiran dan hati para siswa-siswi dan guru.

RICKY ISKANDAR
[email protected]

‘’Dengan menanam pohon di pikiran kita, maka kita akan memiliki kesadaran untuk terus menanam dan merawat pohon di mana pun kita berada,’’ kata Kepala SDN Batutulis 2 Kota Bogor Dra Nana Setiana MM pada acara menanam pohon bersama Bogor Hejo, Alumni Fahutan, dan RAPI, Selasa (3/2/2016).

Sikap Nana yang sangat positif terhadap gerakan menanam pohon setiap hari ini, memberikan harapan bahwa sebetulnya penghijauan bisa dilakukan secara massif. Dengan menumbuhkan dan membangun kesadaran di kalangan para pelajar, maka kegiatan memanam pohon akan tumbuh menjadi kebiasaan di masyarakat.

Itu sebabnya, meski SDN Batutulis 2 sedang melakukan pembangunan gedung dan lahan terbuka hijaunya masih sedang ditata, kegiatan menanam pohon tetap berlangsung dengan penuh semangat dan meriah. Yang menarik, pengetahuan anak-anak SDN Batutulsi 2 tentang pohon sangat luar biasa.

BACA JUGA :  Ini Dia Identitas Mayat Siswi Berseragam SMA yang Ditemukan di Mesuji

Wakil Ketua DPRD Kota Bogor Heri Cahyono dan Anggota DPRD dari Dapil Bogor Selatan Najamudin tampak kagum melihat hampir semua anak tahu nama pohon buah yang ditunjukkan kepada mereka. ‘’Pengetahuan mereka tentang pohon luar biasa. Hampir semua anak-anak ini tahu nama pohon buah,’’ kata Heri.

Acara menanam pohon di SDN Batutulis 2 yang diikuti para guru dan puluhan murid, para relawan Bogor Hejo dan juga Habib Rifki Ahmad Alaydrus tampak semarak dan bersemangat. Anak-anak saling berebut untuk menebak nama pohon ketika Heri Cahyono memulai kuis pohon berhadian aneka peralatan sekolah dan juga beras kemasan 5 kilogram. Maka, humpimpa pun dilakukan berkali-kali untuk menentukan siapa dulu yang harus menjawab.

BACA JUGA :  Kecelakaan Maut, Mahasiswa di Gunungkidul Tewas usai Terpental dari Motor

Menurut Heri, melalui kuis berhadiah alat-alat sekolah ini, gerakan menanam pohon di pikiran anak-anak bisa berlangsung efektif dan sangat ampuh. ‘’Mereka berusaha keras untuk mengingat dan mencari tahu nama-nama pohon yang kita tunjukkan,’’ katanya.

Najamudin sependapat bahwa menanam pohon di pikiran dan hati para murid dan warga masyarakat jauh lebih penting. Karena dengan cara ini, kesadaran masyarat terutama pelajar terhadap kelestarian lingkungan akan bangkit. ‘’Saya yakin beberapa tahun ke depan Kota Bogor akan kembali hijau, jika kesadaran menanam pohon ini kita bangkitkan setiap hari,’’ katanya.

Pemimpin Redaksi Bogor Today Alfian Mujani sebelumnya menyarankan agar kalangan sekolah mulai membiasakan anak-anak untuk menanam dan merawat pohon. ‘’Salah satu caranya, setiap murid baru dianjurkan bawa bibit pohon,’’ katanya.

============================================================
============================================================
============================================================