IMG_9505Kota Bogor bukan hanya terkenal dengan kota hujannya saja, kulinernya pun sangat beragam. Tidak hanya itu saja, Kota Bogor telah melahirkan chef-chef berbakat yang melebarkan sayap di salah satu ajang pencarian bakat yang ada di Indonesia.

Oleh : Abdul malik/MGG
[email protected]

Antonius Henri A Dompas atau yang kerap disapa Henri ini adalah salah satu peserta dalam acara pencarian bakat Master Chef Indonesia season empat tahun 2015. Peserta yang berlatar be­lakang dari berbagai profesi ini tidak bisa di anggap remeh karena ia mem­punyai kemampuan memasak makan­an yang sehat dan juga enak.

Pria bertubuh kekar ini menyukai olahraga fitnes dan hobi memasak, kepeduliannya terhadap kesehatan dirinya sendiri memaksa ia mencoba membuat masakan yang sehat untuk dirinya.

“Fitnes membutuhkan makanan yang sehat, dari situ saya masak un­tuk diri saya sendiri karena saya dapat menjamin isi makanannya seperti apa, kesehatannya seperti apa,” ungkap pria bertubuh kekar ini.

Baca Juga :  Resep Membuat Bolu Gulung Pisang Pandan

Awalnya Henri tidak percaya diri untuk mengikuti ajang pencarian bakat Master Chef ini, karena dukungan dari keluarga dan teman-temannya akh­irnya Henry mendaftar secara online.

Namun tidak semudah yang dibay­angkan, berkali-kali Henri mengirim pendaftaran tidak ada juga balasan dari pihak terkait. Setelah menunggu kepastian, pada akhirnya Henri di tele­pon oleh pihak penyelenggara ajang pencarian bakat tersebut dan meminta Henri datang membawa hasil masakannya.

“Saya minder untuk mengikuti ajang ini karena saya tidak mempunyai basic dalam dunia masak, hanya bela­jar sendiri saja, “ ujar pria keturunan Tiong-hoa ini.

Pesaing-pesaing Henri dalam ajang ini cukup banyak. Dengan basic yang bukan dari dunia masak Henri merasa minder dan hampir putus asa. Namun ternyata Henri dapat mengatasi hal itu dan dapat menyingkirkan pesaingnya yang mempunyai basic memasak terse­but walaupun akhirnya ia terhenti di delapan besar.

Baca Juga :  Penyakit Mulut dan Kuku Zona Hijau di Tiga Daerah di Sumbar

“Hidup itu tidak semuan­ya mudah, bagi saya segala sesuatu itu sulit dicapai kare­na apa yang saya capai tidak semudah membalikan telapak tangan, segala kegagalan su­dah saya alami, namun teruslah bekerja keras” tutur Henri.

Setelah keluar dari Master Chef Henri memilih untuk menjadi guru masak di salah satu sekolah masak dan juga menjadi fitnes trainer, ti­dak hanya itu ia juga membuka us­aha catering diet sehat dan bercita-cita untuk membuka restoran yang besar.

(Latifa Fitria)