
- Jepang
Negeri Matahari Terbit menÂempati posisi sebagai kreditur terbesar nomor 2 ke pemerintah Indonesia. Per Januari 2016, utang pemerintah Indonesia ke Jepang mencapai Rp 219,35 triliun, naik dari bulan sebelumnya Rp 213,31 triliun.
Utang tersebut mencapai 28,1% dari total pinjaman.
- Bank Dunia
Bank Dunia saat ini menjadi pemberi utang luar negeri terbeÂsar ke pemerintah Indonesia. JumÂlahnya hingga akhir Januari 2016 mencapai Rp 223,41 triliun, naik dari bulan sebelumnya Rp 221,51 triliun. Utang Indonesia ke Bank Dunia mencapai 29,4% dari total utang luar negeri pemerintah.
Selain 6 besar ini, Indonesia juga memiliki utang luar negeri ke negara ini:
Korea Selatan Rp 19,85 triliun
China Rp 12,57 triliun
Amerika Serikat (AS) Rp 11,36 triliun
Australia Rp 7,86 triliun
Spanyol Rp 4,03 triliun
Rusia Rp 3,88 triliun
Inggris Rp 3,53 triliun
Sebagian besar utang pemerÂintah adalah dalam bentuk Surat Berharga Negara (SBN). Sampai akhir Januari 2016, nilai penerÂbitan SBN mencapai Rp 2.459,34 triliun, naik dari akhir 2015 yang sebesar Rp 2.346,73 triliun. SeÂmentara itu, pinjaman (baik bilatÂeral maupun multilateral) tercatat Rp 761,64 triliun, naik dari bulan sebelumnya Rp 751,92 triliun.
Berikut perkembangan utang pemerintah pusat dan rasionya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sejak tahun 2000:
2000: Rp 1.234,28 triliun (89%)
2001: Rp 1.273,18 triliun (77%)
2002: Rp 1.225,15 triliun (67%)
2003: Rp 1.232,5 triliun (61%)
2004: Rp 1.299,5 triliun (57%)
2005: Rp 1.313,5 triliun (47%)
2006: Rp 1.302,16 triliun (39%)
2007: Rp 1.389,41 triliun (35%)
2008: Rp 1.636,74 triliun (33%)
2009: Rp 1.590,66 triliun (28%)
2010: Rp 1.676,15 triliun (26%)
2011: Rp 1.803,49 triliun (25%)
2012: Rp 1.975,42 triliun (27,3%)
2013: Rp 2.371,39 triliun (28,7%)
2014: Rp 2.604,93 triliun (25,9%)
2015: Rp 3.098,64 triliun (26,8%)
APBN Dipangkas
Kondisi situasional keuangan negara yang semakin kritis inilah yang kemungkinan berdampak pada pemangkasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016. Pun sejauh ini, APBN 2016 sudah ditetapkan sebesar Rp 2.095,7 triliun. Kondisi ini dinilai tidak relevan sampai dengan akhir tahun nanti. Belanja negara diperÂkirakan harus dipotong sekitar Rp 290 triliun. “
(Yuska Apitya Aji)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















