alfian mujani 240SEORANG bijak berkata, ‘’Jika Anda ingin tetap bahagia, biarkanlah yang terjadi kemaren itu men­jadi milik kemaren. Jan­gan engkau bawa serta bersamamu untuk hari esok.”

Setiap orang me­miliki masa lalu dan menjalani apa yang ter­jadi hari ini. Yakinkan apa yang dilakukan hari ini adalah pengantar terbaik untuk kebahagiaan, kebaikan dan kemuliaan hari esok.

Jika ada kabar tak baik untuk hari esok, tak usahlah kabar itu membunuh kebahagiaan hari ini. Ramalan mendung besok pagi sungguh be­lum tentu jadi kenyataan. Mendung esok hari tak pernah menutupi sinar mentari hari ini. Hujan besok sungguh tidak akan menimbul­kan bencana banjir hari ini. Dan, sesungguhnya kita tak perlu risau jika memang yakin bahwa semua yang terjadi di masa lalu, hari ini, dan besok mengikuti hukum papasten (kepastian).

Yang terpenting dalam hidup ini adalah selalu bersamanya kita dengan Dzat Yang Men­yatakan Diri sebanagai Dzat Yang selalu dekat. Bukankah Allah yang menyataan: “maka jika hambaKu bertanya kepadamu (wahai Muham­mad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku Dekat, Aku kabulkan permohonan orang yang meminta jika dia meminta kepadaKu.”

Allah begitu dekat dengan kita, namun ser­ingkali kita yang meletakkan pemisah antara kita denganNya. Allah dekat dengan kita, na­mun kitalah yang selalu menjauh dengan tidak melaksanakan apa yang Allah perintahkan. Pa­dahal, tak ada perintah dan larangan dariNya kecuali untuk kemaslahatan kita sendiri. Re­nungkanlah.