BOGOR TODAY – Sebanyak 10 dari 16 sekolah di Kota Bogor tidak bisa melanjutkan ujian na­sional berbasis komputer, Senin (11/4/2016). Hal tersebut dise­bankan pemadaman listrik sejak pukul 10.00 WIB. Ribuan peserta UN dari sejumlah sekolah terpak­sa harus menelan kekecewaan, dan rasa kesal saat terjadi mati listrik, selain harus melaksanakan ujian susulan juga mengganggu konsentrasi siswa dalam melak­sanakan ujian.

“Saya amat sangat kecewa, karena melihat di pemberitaan, katanya DPRD , Dinas Pendidi­kan dan PLN, telah melakukan MoU tidak akan mematikan lampu saat ujian berlangsung. Tapi, faktanya hari ini mati lampu,” kata siswa kelas XII IPA SMAN 1 Kota Bogor, Dimas Sobandian, kemarin.

Ia mengeluhkan, listrik mati saat jam pertama pengerjaan soal sudah selesai sekitar Pu­kul 10:00 WIB. “Kami disuruh menunggu, kalau tidak nyala hari ini terpaksa akan di berikan waktu susulan,” ungkapnya. “Dari 16 sekolah tingkat atas di Kota Bogor, hanya lima seko­lah yang masih bisa melakukan ujian berbasis komputer. Sebe­las sekolah listrknya padam dan belum bisa melanjutkan ujian nasional,” kata Kabid Pendidi­kan Menengah Dinas Pendidi­kan Kota Bogor, Jana Sugiana, kemarin.

Baca Juga :  BMKG Prediksi Bogor Akan Dilanda Cuaca Ekstrem Selama Sepekan Kedepan

Menurutnya, beberapa seko­lah yang tedampak pemadaman listrik berada di Bogor Tengah, Bogor Timur dan Bogor Selatan. Beradasarkan hasil komunikasi dengan pihak PLN jika lisrrik akan normal sekitar pukuk 15.00.

Jika tidak segera menyala, kata Jana, ujian akan dipindahkan ke tempat lain. Atau ujian akan di­lakukan pada termin empat, pu­kul 16.00 WIB sampai 18.00 WIB.

Baca Juga :  15 Tersangka Kasus Tawuran Dibekuk, Puluhan Senjata Tajam Disita

Agar tetap berjalan, PLN akan segera mengirimkan genset ke beberapa sekolah. “Ada beberapa genset yang akan dikirimkan, sekitar em­pat, sekolah yang punya genset sekitar enam sekolah,” kata dia. “Memang tidak semua sekolah mati lampu, karena SMA N 8, 6, 2,10 dan SMK Ummul Quro tetap nyala dan bisa melaksanakan ujian,” ujar Jana.

Jana mengaku, sudah berkoor­dinasi dengan PLN, yang berjanji memberikan bantuan pinjaman Genset bagi sekolah yang terkena pemadaman. “Informasi dari PLN sebentar lagi juga nyala, dan saat ini PLN sedang mengirim genset ke sekolah,” jelasnya.

(Abdul ka­dir Basalamah|Yuska)