Kuncinya Mendengarkan Guru

refa-rupaksi-siswa-man-2_-KakianSATU lagi prestasi yang diukir oleh pelajar Kota Bogor. Seorang siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Bogor, Refa Rupaksi, ber­hasil meraih nilai tertinggi ujian nasional se-Jawa Barat. Ia bercita-cita menjadi seorang fisikawan. Seperti apa kiat-kiat suksesnya?

(Abdul Kadir Basalamah|Yuska Apitya)

SISWA kelas 12 IPA 1 terkejut bukan main saat pertama kali mengetahui nilainya tertinggi di tingkat provinsi. Apalagi, ia baru mendengar kabar tersebut dari gurunya pukul 11.00 WIB, akhir pekan kemarin. “Waktu diumum­kan kelulusan saya biasa saja. Tapi waktu disampaikan ternyata nilai saya tertinggi untuk sekolah ma­drasah di Jawa Barat ya saya kaget dan senang sekali,” ujar Refa, Minggu (8/5/2016).

Berhasil meraih prestasi terse­but bukan hal mudah bagi Refa. Selama ujian ia berusaha fokus mengulang pelajaran yang telah diajarkan guru-gurunya di sekolah.

“Yang penting dengarkan saja apa yang guru jelaskan. Nah saat pulang ke rumah dipela­jari lagi yang sudah dibahas di sekolah,” kata Refa, memberi tips belajarnya.

BACA JUGA :  Orang Tua Wajib Tahu, Ini Jarak Aman Anak Menonton TV dan Dampaknya bagi Kesehatan Mata

Selain mengulang pelajaran di rumah, Refa aktif melakukan kegiatan di sekolah di antaran­ya membantu adik-adik kelas yang kesulitan menyerap mata pelajaran. “Di sekolah ada yang namanya klinik mata pelaja­ran, saya dan beberapa teman mengajarkan adik-adik kelas yang kesusahan di mata pelaja­ran tertentu,” kata dia.

Lantaran kepiawaiannya dalam mata pelajaran Fisika, Refa dipercaya sebagai men­tor khusus pelajaran Fisika saja. Setelah lulus sekolah ia berencana melanjutkan kuliah di Institut Teknologi Bandung mengambil Fakultas Teknik. “Cita-cita saya ingin menjadi ilmuwan fisika atau jadi inven­tor,” kata dia.

Seluruhan 375 siswa-siswi kelas 12 MAN 2 Kota Bogor din­yatakan lulus Ujian Nasional (UN). Keputusan meluluskan seluruh siswa-siwi tersebut ti­dak didasari oleh hasil nilai UN

“Jadi berdasarkan Permen­dikbud nomor 57 tahun 2015, UN tidak lagi menjadi faktor penentu kelulusan siswa, “ ujar Baeti Suharti, salah satu guru MAN 2 Bogor.

BACA JUGA :  Anak Diduga Alergi Susu Sapi? Ini Langkah Pertama yang Perlu Dilakukan Orang Tua

Dia menjelaskan, kelulusan siswa-siswi MAN 2 Bogor diten­tukan oleh tiga faktor, yaitu su­dah mengikuti semua program madrasah, berperilaku baik, lulus ujian madrasah lokal dan lulus ujian Madrasah Nasional. “Kami sudah melakukan rapat dari jam 7 hingga jam 10 tadi untuk menentukan kelulusan setiap siswa, alhamdulillah semua lulus” kata Baeti Su­harti.

Ujian Nasional tetap di­laksanakan pada MAN 2 Bo­gor dengan cara online me­lalui Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). MAN 2 Bogor adalah Madrasah Aliyah pertama di Kota Bogor yang mengikuti UNBK.

Hasil dari UNBK memang tidak menentukan kelulusan siswa-siswi, namun akan men­jadi nilai pertimbangan peneri­maan perguruan tinggi.

Mengenai hasil UN MAN 2, salah satu siswa MAN 2 mendapat prestasi yang mem­banggakan. Refa Rupaksi, siswa kelas 12 MAN 2 Bogor ini mendapat peringkat pertama untuk pelajaran Ilmu Penge­tahuan Alam se-Jawa Barat. “Refa emang anaknya pinter, suka beda sendiri dengan temen-temennya,” kata Baeti dengan bangga.

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================