Reklamasi Teluk Jakarta Dibahas di Bogor

Menteri-LHK-foto-internetMenteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar, membuka Lokakarya nasional pengarusutamaan isu perubahan iklim ke dalam pengembangan pendidikan tinggi dan kebijakan riset

Oleh : Abdul Kadir Basalamah
[email protected]

Lokakarya ini berlang­sung di Internasional IPB Convention Centre (IICC) Bogor. Bahkan demi tercapainya lokakarya ini, Kementerian LH bekerjasa­ma dengan IPB, ITS, LSM Apik, Perhimpi, UNDP dan beberapa pemerhati lingkungan.

Menurut Menteri Siti, jika semua paham dan memiliki skil, maka pasti mengambil putusan kebijakan yang tepat. “Masyarakat kalau paham, maka dia tidak buang sampah ke kali. Makanya peran kampus sangat penting. Saint itu sum­ber untuk mengamil kebijakan. Dukungan investasi dibidang riset juga memang penting,” kata Menteri Siti saat membuka lokakarya.

BACA JUGA :  Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Chromebook, Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,5 Miliar

Menurutnya, akade­misi dan kampus sangat pent­ing dan memegang berperan dalam agenda perubahan iklim. Kepada wartawan, Siti Nurbaya juga mengatakan, keilmuan sangat relevan untuk mengam­bil kebijakan dan keputusan di pemerintahan.

“Tidak hanya untuk pe­rubahan iklim, tapi juga untuk bidang lain. Saya. mendukung dan mendorong keterlibatan lebih dalam para ilmuwan In­donesia, baik di dalam maupun di luar. Mari kita sama-sama membangun bangsa ini,” pinta Siti.

Hadir dalam lokakarya, utu­san Presiden Untuk Perubahan Iklim, Rahmat witular dan Rek­tor IPB Prof Herry Suhardiyan­to. Pada kesempatan ini, Siti Nurbaya juga menyingung ten­tang reklamasi teluk Jakarta.

BACA JUGA :  Kota Bogor Bersiap Jadi Salah Satu Kota Pertama di Indonesia yang Miliki Fasilitas PSEL

Ia mengaku, kebijakan un­tuk reklamasi blok C dan D sangat tidak teratur alias acak-acakan.Namun sebaliknya, ia mengapresi aturan reklamasi untuk blok G yang menurutnya sangat rapi.

“Aneh saja, ketika blok C dan D yang acak-acakan pen­gaturannya, malah tak di ribut­kan masyarakat. Sebaliknya, blok G yang menurut saya rapi, malah di protes dan di tentang masyarakat. Malam ini kami pertemuan lagi untuk finis­ing reklamasi teluk Jakarta. Reklamasi tetap jalan,” pung­kasnya.

(Abdul Kadir Basala­mah)

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================