BOGORTODAY.COM – Nilai tukar rupiah kembali bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (20/7/2026). Mata uang Garuda berada di posisi Rp17.994 per dolar AS atau turun 73 poin setara 0,41 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Pelemahan rupiah terjadi di tengah tekanan terhadap sejumlah mata uang kawasan Asia yang juga bergerak melemah terhadap dolar AS. Peso Filipina tercatat turun 0,16 persen, sementara beberapa mata uang lainnya masih mampu bertahan dengan penguatan tipis.
Dolar Singapura menguat 0,05 persen dan yen Jepang naik 0,04 persen terhadap dolar AS. Sementara itu, yuan China mengalami apresiasi 0,03 persen, ringgit Malaysia menguat 0,21 persen, dan won Korea Selatan naik 0,33 persen. Dolar Hong Kong tercatat bergerak relatif stabil.
Di pasar valuta asing global, pergerakan mata uang negara maju juga berlangsung beragam. Euro melemah 0,02 persen dan franc Swiss turun 0,07 persen. Sebaliknya, poundsterling Inggris naik 0,03 persen, dolar Australia menguat 0,09 persen, serta dolar Kanada bertambah 0,10 persen terhadap dolar AS.
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong menilai tekanan terhadap rupiah masih dipengaruhi oleh kondisi global, terutama meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















