
Menurutnya, situasi tersebut kembali mendorong kenaikan harga minyak dunia sekaligus memperkuat indeks dolar AS, sehingga memberikan tekanan terhadap mata uang negara berkembang termasuk rupiah.
“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah meningkatnya eskalasi di Timur Tengah yang kembali melonjakkan harga minyak dunia dan indeks dolar AS,” ujar Lukman.
Meski demikian, ia memperkirakan pelemahan rupiah tidak akan terlalu dalam karena masih terdapat sentimen positif dari dalam negeri. Salah satunya berasal dari arus masuk dana asing (capital inflow) ke pasar saham dan Surat Berharga Negara (SBN).
Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak pada rentang Rp17.900 hingga Rp18.050 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.
Pelaku pasar masih akan mencermati perkembangan ekonomi global, terutama arah kebijakan moneter Amerika Serikat, pergerakan harga komoditas, serta situasi geopolitik yang dapat memengaruhi pergerakan mata uang.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















