
Adanya revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) KabuÂpaten Bogor pun sedikit memÂpengaruhi wacana perubahan RPJMD, meski keduanya tak mesti selalu seiring sejalan.
“Perubahan RPJMD tidak selalu berkaitan dengan revisi RTRW dan juga ssebaliknya. Ini kan kebetulan Kabupaten Bogor melakukan perubahan RTRW dan RPJMD. Namun, hasil revisi RTRW jika sudah selesai di perÂdakan akan kita adopsi dalam perubahan RPJMD,†tandas Ifah.
Wakil Ketua DPRD KabupatÂen Bogor, Iwan Setiawan menÂegaskan, perubahan RPJMD ini mengesankan Pemkab Bogor dibawah pimpinan Nurhayanti gagal dalam mewujudkan visi kabupaten termaju di Indonesia.
“Keberadaan satu masjid raya di setiap kecamatan saja belum terÂpenuhi. Angka rata-rata lama sekoÂlah juga masih jauh dari harapan. Lalu angka kemiskinan, dari target lima persen pada 2018, kini masih diatas delapan persen,†kata dia.
Politisi Gerindra itu menamÂbahkan, jika yang direvisi nanti mencakup indikator serta 25 penciri dalam mewujudkan visi kabupaten termaju di IndoneÂsia, Iwan menilai Bupati Bogor, Nurhayanti lempar handuk puÂtih dalam mewujudkan visi itu.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















