
Kandidat Doktor Durham UniÂversity Business School-Inggris ini mengatakan, dampak dari rencana kenaikan suku bunga acuan terseÂbut, dolar AS langsung mengalami penguatan terhadap sejumlah mata uang termasuk rupiah. Hari ini meÂmang dolar AS mendekati Rp 13.600.
“Dolar AS mengalami penguatan/ apresiasi, sedangkan pasar saham Amerika dan juga emas mengalami penurunan. Contoh, Indeks S&P 500 mengalami penurunan sebesar 0,2 persen setelah pengumuman hasil rapat ini, padahal sebelumnya menÂgalami kenaikan sekitar 0,6 persen. Emas juga mengalami penurunan sebesar 1,2 persen,†papar Dzulfian.
Dia menjelaskan, kemungkinan kenaikan FFR ini didorong oleh data-data perekonomian Amerika yang terus membaik, seperti inflasi, tenaga kerja, dan pertumbuhan ekoÂnomi. Inflasi AS, menurut Dzulfian, sepertinya akan mendekati target yang telah ditentukan yaitu mencaÂpai 2%.
Pasar tenaga kerja dan pertumÂbuhan ekonomi AS juga sepertinya terus menguat. Jika data-data ini terÂus menunjukkan perbaikan, bukan tidak mungkin FFR akan naik pada Juni nanti.
Lalu risiko kedua adalah ketiÂdakpastian global yang disebabkan oleh gonjang-ganjing keluarnya IngÂgris Raya (UK) dari Uni Eropa (EU), atau dikenal dengan istilah ‘Brexit’ yaitu singkatan dari ‘Britain Exits’. UK akan mengadakan pemilu untuk menentukan apakah mereka tetap berada di EU atau keluar pada 23 Juni mendatang. Isu Brexit ini sangat menjadi perhatian dunia, khususnya negara-negara Eropa dan AS. “Risiko eksternal selanjutnya adalah kebinÂgungan pasar atas kebijakan pemerÂintah China terhadap nilai tukar,†ujar Dzulfian.
Sebagaimana diketahui, nilai tukar adalah salah satu senjata utaÂma perekonomian China. Dzulfian menjelaskan, China mendevaluasi mata uangnya dalam rangka memÂberikan insentif untuk barang-barang ekspornya agar kompetitif, murah dan laku di pasar internasiÂonal.
“Selain itu, kita ketahui bahwa China adalah negara pengekspor terÂbesar di dunia, praktis segala macam hal-hal terkait kebijakan ekspor ChiÂna, khususnya nilai tukar, pasti akan berdampak pada perekonomian duÂnia,†ungkapnya.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















