SPBU Hong Kong Tantang Pertamina

Minat investasi tersebut disam­paikan perusahaan dalam acara Business Forum Rabu kemarin, yang menghadirkan Franky sebagai key­note speaker di hadapan 40 investor Hong Kong multisektor.

Selain investor di sektor SPBU, kegiatan juga berhasil mengidenti­fikasi perusahaan di bidang indus­tri elektronik dan properti yang memiliki rencana perluasan USD 5 juta di Sukabumi, sektor infra­struktur, sektor maritim, dan sek­tor perikanan atau aquaculture. Dalam pertemuan dengan investor Hong Kong, Franky menginforma­sikan berbagai proyek infrastruktur pemerintah di seluruh nusantara hingga 2019 untuk meningkatkan daya saing investasi, di antaranya 15 bandara baru, 163 pelabuhan, 35 GW listrik, 2024 mil rel KA, 621 mil jalan tol dan tol laut.

BACA JUGA :  Vertu AlphaFold Resmi Meluncur, Ponsel Lipat Premium dengan AI Asisten Pribadi Seharga Rp 110 Juta

Franky mengatakan, dari sisi ke­mudahan, BKPM juga melakukan re­formasi pelayanan investasi melalui PTSP, izin investasi 3 jam dan kemu­dahan investasi langsung konstruksi (KLIK), serta Sektor prioritas investa­si, termasuk rencana pengembangan 11 KEK (Kawasan Ekonomi baru) dan 20 KPSN (Kawasan Pariwisata Strat­egis Nasional).

BACA JUGA :  Harga Honda CRF250 Series Naik, CRF250 Rally Kini Hampir Tembus Rp 100 Juta

Hong Kong merupakan salah satu mitra investasi utama Indonesia. Sepanjang 2010-2015, BKPM men­catat realisasi investasi yang masuk dari Hong Kong sebesar USD 3 miliar. Sedangkan pada triwulan I-2016 real­isasi investasi dari Hong Kong sebe­sar US$ 456 Juta, naik drastis diband­ingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD 75 Juta. Sektor utama investasi yang masuk dari Hong Kong adalah properti ter­masuk kawasan industri, transporta­si, pergudangan dan telekomunikasi.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================