
Menurut De La Hoya, Canelo meÂmang bermaksud menggelar pertarungan menghadapi Golovkin, namun pihaknya menolak melakukan negosiasi di bawah tekanan waktu yang diberikan WBC. KoÂnon, beberapa klausul pertarungan tidak mencapai mufakat dalam tenggat waktu 15 hari itu.
“Tak perlu diragukan, Canelo adalah bintang tinju. Dia berani naik ring untuk GGG sebagai pernyataan pada dunia bahwa dirinya petarung terÂbaik. Hanya saja kami tidak ingin mengÂgelar pertarungan besar ini di bawah tekanan WBC,†kata De La Hoya.
Jika terealisasi, pertarungan Golovkin-Canelo dipercaya sebagai pertarungan tinju terbesar sejak era Floyd Mayweather Jr vs Manny PacÂquiao yang dikenal sebagai mega duel 2015. Golovkin (35-0, 32 KO), adalah petinju Kazakhstan yang memiliki rekor kemenangan KO sebanyak 22 kali beruntun, sementara Canelo (47- 1-1, 33 KO) dipandang sebagai lawan paling masuk akal untuk mengalahkan GGG.
(Rishad/Net)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














