
“Pertumbuhan ekonomi InÂdonesia di kisaran 5 persen tahun ini dan bisa naik ke 5,2 hingga 5,3 persen dibandingkan pertumbuÂhan ekonomi dunia yang di kisaÂran 3 sampai 3,5 persen. Itu maÂsih aman bagi perbankan,†ujar Fauzi.
Sementaa itu. LPS menjalin kerja sama dengan enam kantor akuntan publik (KAP). Kerja sama ini bertujuan untuk mendukung fungsi, tugas dan wewenang LPS terutama dalam penjaminan dan resolusi bank.
kerja sama tersebut juga berÂtujuan menangani krisis secara cepat. Karena menurutnya, kriÂsis keuangan bisa datang secara tiba-tiba dan berpotensi berdamÂpak pada industry perbankan. “Sehingga pada saat itu kita membutuhkan tenaga profesÂsional yang bisa membantu kita. MOU dengan KAP ini memulusÂkan rencana tersebut,†imbuh Fauzi.
Dengan langkah kerja sama ini, lanjutnya, LPS sudah siap seÂdia menghadapi krisis global sepÂerti resesi ekonomi dunia, perÂtumbuhan ekonomi yang turun tajam, harga komoditas yang tuÂrun, kenaikan suku bunga acuan Amerika dan faktor lainnya yang dapat mempengaruhi ekonomi dunia.
“Memang kita tidak berharap akan adanya krisis, namun kita harus siap sedia. Misalnya ada satu atau dua bank umum yang gagal pada saat yang bersamaan dan keadaan ini bisa di picu oleh faktor global,†jelasnya.
Adapun enam KAP yang diÂgandeng LPS yakni, KAP RSM AAJ , KAP Deloitte Indonesia, KAP PricewaterhouseCoopers (PwC), BDO Indonesia, KPMG Indonesia dan PT Ernst & Young Indonesia (Ey) Indonesia.
(Winda/net)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















