Pengrajin Kujang Pelestari Budaya Sunda

IMG_20160525_130846 SEJATINYA, kujang menjadi salah satu ikon Kota Bogor. Kujang sendiri merupakan senjata khas Jawa Barat yang memiliki bentuk unik, mengagumkan serta memiliki nilai sejarah tinggi.

Oleh : Winda Herviana
[email protected]

Wahyu Affandi Suradinata, ialah seorang Guru Teupa atau pen­grajin kujang. Berawal dari hobi membuat kerajinan kujang sejak tahun 1995, Wahyu mulai merintis usaha ku­jang untuk diperjualbelikan di tahun 2005, bertempat di Ja­lan Parungben­teng RT 04/01 No. 120 Ke­lurahan Kat­ulampa, Bogor.

“Sebetulnya semua berawal dari hobi. Se­belumnya saya hanya senang membuat sebagai koleksi, kemudian orang-orang mulai tertarik dengan hasil yang saya buat, akhirnya dengan dorongan orang-orang terdekat saya mulai un­tuk menjual beberapa kujang,” papar Wahyu, Rabu (25/5/2016).

BACA JUGA :  Reka Bogor dan PT Bank Mizuho Indonesia Gelar Program Literasi dan Inklusi Keuangan

Keahlian Wahyu dalam membuat kerajinan ini dilakukannya secara autodidak. Belasan ta­hun menekuni pembuatan kujang, membuat hasil karyanya tak perlu diragukan lagi. Ratu­san karya kujang telah dihasilkan dan terjual hingga ke luar daerah.

Untuk memulai usahanya ini, Wahyu men­gaku tidak mengeluarkan dana yang fantastis. Perihal keuntungan yang didapatnya pun di­rasa Wahyu relatif seperti pengrajin lainnya. “Saya tidak terlalu memikirkan perihal untung ruginya, yang terpenting saya senang mem­buat kujang. Sudah bisa mencukupi kebutuhan semuanya pun saya sangat bersyukur,” jelas pria yang gemar menggunakan ikat kepala khas Sunda ini.

BACA JUGA :  Reka Bogor dan PT Bank Mizuho Indonesia Gelar Program Literasi dan Inklusi Keuangan

Dalam menentukan harga, Wahyu pun tak asal mematok harga. Seperti Kujang mata 9 dipatok seharga Rp 990 ribu, kujang mata 5 dihargai Rp 550 ribu dan kujang mata 6 ialah Rp 660 ribu.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================